Potensi Wisata Tanah Datar Harus Dimanfaatkan

loading...

Eka Putra



Liputankini.com-Potensi wisata Tanah Datar harus dikembangkan agar perekonomian masyarakat meningkat. Kabupaten itu memiliki danau, gunung dan pemandangan alam yang indah. Kebersamaan juga diperlukan bagi pembangunan daerah.


Hal itu dikemukakan Wakil Bendahara Umum Partai Demokrat, Eka Putra saat gotong royong bersama masyarakat di Jorong Talago, Nagari Sungai Patai, Kecamatan Sungayang, Sabtu (2/1).  Gotong royong membuka jalan guna membuka akses Lurah Sikuniang-Kobun.


Calon anggota DPR-RI dari Partai Demokrat di Dapil Sumbar I itu mengemukakan, gotong royong merupakan  nilai luhur  warisan nenek moyang yang harus terus dipelihara. Dulu, segala macam pembangunan  fasilitas publik dikerjakan secara gotong royong. Entah itu jalan, jembatan dan lain sebagainya.


Seiring perjalanan waktu, nilai-nilai kogotong-royongan juga memudar. Semuanya dianggap jadi tugas pemerintah. Bila ada jalan rusak, maka itu jadi tanggung jawab pemerintah untuk memperbaikinya. Masyarakat menutup mata ketika melihat jalan rusak di depan rumahnya. Padahal, kerusakan itu kecil. Lantaran dianggap menjadi kewajiban pemerintah, jalan yang mulanya rusak ringan, akhirnya jadi rusak berat.


Eka yang merupakan caleg nomor urut dua di Partai Demokrat itu menjelaskan, ke depan, semangat kebersamaan dan kegotong-royongan harus ditumbuhkan kembali. Memang tugas memelihara fasilitas publik merupakan kewajiban pemerintah, namun jika bisa ditanggulangi masyarakat, sebaiknya diatasi saja. Sebab, yang akan menikmati masyarakat. Jika tak diperhatikan, maka warga juga yang merasakan akibatnya. “Kalau dibiarkan, maka dampaknya juga akan semakin besar,” katanya.


Yang namanya anggaran pemerintah, tak selalu tersedia. Jika jalan rusak, tak bisa otomatis dikerjakan. Sebab, penganggaran itu ada proses dan waktunya.


Dijelaskan Eka, dengan gotong royong, semua persoalan akan jadi ringan. Tak ada masalah yang tak selesai jika dituntaskan bersama. “Semangat kegotong-royongan sejalan dengan semangat banagari,” kata Eka yang merupakan putera Tanah Datar itu.


Gotong royong bersama di Jorong Talago itu memhuka jalan untuk memperlancar akses ke lahan pertanian warga serta akses ke air terjun yang bisa dijual demi kemajuan pariwisata. Eka menitikberatkan pada perlunya menjual wisata demi kesejahteraan masyarakat.


Dikatakan Eka, apabila wisata maju, maka uang juga akan banyak beredar di daerah. Putaran uang akan didapat dari sektor kuliner, perhotelan, jasa, kerajinan dan lain sebagainya. “Pariwisata Tanah Datar sudah terkenal, tinggal mengenas dengan menarik,” katanya.


Dijelaskan Eka,  Tanah Datar memiliki nagari terindah di dunia. Siapa yang tak kenal dengan Pariangan. Tanah Datar juga pusat budaya. “Tinggal kita kelola semua itu dan dipasarkan ke dunia internasional,” katanya.


Eka menjelaskan, pembangunan daerah tak bisa dilakukan oleh satu atau dua orang. Harus bersama. Semua pihak harus terlibat, mulai dari masyarakat, pemerintah nagari, pemerintah daerah, pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Lantaran itu pula diperlukan perjuangan  politik untuk kemajuan daerah. “Kita harus terus menjalin kebersamaan, sehingga bisa mewujudkan Tanah Datar yang lebih maju di masa depan,” katanya.


 Menurut Eka Putra, sekarang merupakan tahun politik. Diperlukan kearifan dalam menanggapi situasi sekarang. “Kita jangan sampai terbelah. Hati-hati dengan informasi yang tak jelas. Jangan mau diadu-domba,” katanya.


Gotong royong bersama juga dihadiri perangkat nagari, emak-emak dan lain sebagainya. Turut pula hadir angota DPRD Tanah Datar, Nurhamdi Zahari. (*)




 

Komentar Anda

Lebih baru Lebih lama