Saatnya Sumbar Mengejar Ketertinggalan


Eka Putra


Liputankini.comCalon anggota DPR-RI dari Partai Demokrat, Eka Putra merupakan sosok fenomenal di Sumatera Barat. Tercatat sebagai pendatang baru  dalam meretas jalan menuju Senayan, dalam waktu singkat namanya dikenal luas.


Ketika Ketua Kogasma Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono berkunjung ke Sumbar, nama Eka Putra diberi catatan khusus oleh  AHY.  Dia mengajak masyarakat untuk memilih Eka Putra dalam pemilu 17 April mendatang.


Bagi AHY, Eka Putra merupakan sosok potensial. Partai Demokrat  menempatkan Eka Putra sebagai Wakil Bendahara Umum di DPP, lantaran memang memiliki kompetensi  untuk mengemban amanah.


“Jangan ragu untuk memilih Eka Putra,” kata AHY dalam temu kader di Batusangkar, baru-baru ini.


Eka Putra telah lama bersama SBY. Pada Pilpres 2004, Eka telah menjadi relawan bagi pasangan SBY-JK.   Setelah Kongres Partai Demokrat 2005, Eka memutuskan bergabung. Ia resmi masuk ke DPP Partai Demokrat melalui HM Darmizal, Wakil Sekjen Demokrat saat itu.


Di Demokrat, Eka ditempatkan sebagai pengurus Departemen Pemuda dan Olahraga (saat itu dipimpin Max Sopacua). Eka sempat pindah ke berbagai departemen dan divisi sebelum akhirnya ditunjuk sebagai wakil bendahara umum, setelah mengikuti pendidikan di Lemhannas. Ia juga dipercaya menjadi Plt Ketua DPC-PD Payakumbuh.


Eka Putra merupakan pengusaha yang bergerak dalam bidang percetakan  dan ekspedisi (pengangkutan barang melalui kapal laut) di Makassar.


Partai Demokrat  menunjuk Eka Putra mengikuti Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) VL (ke-55) di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI pada 2016. Seusai melaksanakan pendidikan selama tujuh bulan di Lemhannas, Eka Putra dinobatkan  sebagai salah satu kader potensial Demokrat. Ia mendapat kepercayaan SBY untuk duduk  sebagai Wakil Bendahara Umum DPP.


Eka Putra bergabung di Partai Demokrat karena ketertarikannya pada partai yang digagas dan didirikan SBY.


Sukses di rantau, hati Eka tetap tertaut dengan Ranah Minang. Kini, ia pulang untuk mewakafkan hidup bagi kepentingan  Sumatera Barat. Bagi dia, bila ingin berkontribusi yang lebih besar pada masyarakat, maka jalur politik harus diambil. “Dengan jalur politik, kita bisa menyalurkan aspirasi masyarakat ke pemerintah pusat,” katanya.


Banyak kalangan menempatkan Eka Putra  sebagai dunsanak kita. Bagaimana tidak, tak ada tempat yang jauh bagi dia. Eka Putra menyapa masyarakat hingga ke daerah pelosok. Dia tak hanya sosialisasi di perkotaan, kawasan perbukitan pun ia daki.


Sebagai calon anggota DPR-RI dari Dapil Sumbar I, Eka Putra yang menempati nomor urut dua itu familiar dengan masyarakat Pesisir Selatan, Solok, Sijunjung, Tanah Datar, Kepulauan Mentawai, Dharmasraya,  Solok Selatan, Padang, Kota Solok, Sawahlunto, dan Padang Panjang.


Ia menyambangi masyarakat di kabupaten dan kota. Eka Putra menerima aspirasi tentang banyak hal. Mulai dari sulitnya ekonomi zaman sekarang, perlunya layanan kesehatan yang lebih manusiawi hingga masyarakat memerlukan akses perbankan dan permodalan untuk berusaha. “Semua aspirasi merupakan catatan  untuk saya perjuangan di parlemen. Bila Tuhan merestui, saya akan berbuat maksimal bagi masyarakat Sumatera Barat,” katanya.


Selain menerima aspirasi, Eka Putra juga mengayomi kalangan generasi milenial. Dia kerap memberikan bantuan sarana olahraga dan mengingatkan generasi muda tentang bahaya narkoba. Eka meyakinkan anak-anak muda untuk selalu optimis dan memiliki mimpi besar tentang masyarakat. Kepada generasi muda dia berpesan, “Jangan pernah menyerah dengan keterbatasan yang dimiliki. Raih mimpi dengan kerja keras dan rebut setiap peluang.”


Eka Putra dilahirkan di Lintau Buo, Tanah Datar, pada 11 Juli 1975. Ia menamatkan pendidikan dasar di  SDN 3 Tanjung Bonai, Lintau Buo dan SMPN 2 Lintau Buo. Lantas melanjutkan pendidikan di SMA PGAI Padang.


Lepas SMA, ia terbang jauh untuk melanjutkan pendidikan di Politeknik Maritim AMI Makassar dan menuntaskan S1-nya di Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Makassar.


Suami Lise Vebrina tersebut  mengemukakan, Sumatera Barat memang harus mengejar ketertinggalan pembangunan. Bila dibandingkan dengan provinsi lain, Sumbar sedikit tertinggal, terutama dalam bidang ekonomi dan infrastruktur. “Saatnya kita rebut dana pusat,” kata dia.


Eka senantiasa mengingat pesan SBY dan Sekjen Hinca Panjaitan. Tidak ada kemenangan yang diperoleh tanpa manajemen serta program yang baik. 


Di Sumbar, Eka kerap memberikan bantuan kepada masyarakat membutuhkan. Berbagai program ia jalankan, antara lain,  bedah rumah. Eka pernah memperbaiki kediaman seorang buta dan istrinya lantaran rumah mereka tak layak huni.


Ia mengkomunikasikan dengan kepala jorong,  lalu langsung memanggil tukang, meminta perbaikan rumah, hari itu juga.


“Apa yang saya lakukan itu adalah wujud arahan Pak SBY agar kader Demokrat peduli dan beri solusi, juga bentuk ibadah,” kata Eka.


Eka juga pernah menyerahkan bantuan kapal dan alat kelengkapan penangkapan ikan di Pelabuhan Muara,  Padang,. Ia berharap bantuannya pada para nelayan bisa membantu meningkatkan hasil tangkapan.


Eka ingin jadi wakil rakyat amanah, yang membangun dan  berjuang agar tidak ada rakyat terisolir. Rakyat  harus maju dan sejahtera.  “Rakyat tidak boleh susah,” katanya. (*)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama