“Ayo ke Agam” tak Sekedar Promosikan Wisata

Bupati Agam, Indra Catri dalam acara talk show di PadangTV.
Bupati Agam, Indra Catri dalam acara talk show di PadangTV.

PADANG, MJ. Bupati Agam Dr. H. Indra Catri (IC), mengatakan esensi dari jargon “Ayo ke Agam” yang dicanangkan pada 2020, tidak hanya sekedar mempromosikan objek wisata, tapi menjadikan Agam tempat pulang masyarakat Minangkabau yang ada di perantauan.

Bupati IC ingin menciptakan sebuah kerinduan bagi perantau untuk kembali ke Agam, melalui konsep wisata madani dan halal tourism yang akan dikemas menjadi satu paket.

“Apabila ada sanak keluarga dari perantauan pulang kampung, kalau belum ke Agam serasa belum pergi ke ranah Minang,” jelas bupati dalam Talk Show di Padang TV, Senin (20/1/2020) sore.

Hal yang menjadi daya tarik lainnya bagi pengunjung, masing-masing objek wisata dilengkapi kuliner dan kriya khasnya.

“Tidak hanya mengoptimalkan sarana wisata, kita juga menyediakan kawasan bermain anak-anak yang dilengkapi kuliner, buah-buahan, dan cinderamata. Makanya setiap masyarakat kita imbau menanam buah-buahan untuk anak-cucu setiba di kampung, tujuannya agar ada kenang-kenangan dan kerinduan mereka untuk pulang kampung kembali,” terang bupati.

“Seperti di kawasan Danau Maninjau, ada kuliner Randang Cubadak Kicuah. Yang bentuknya, nyaris menyamai rendang daging. Nah, kekhasan inilah yang nantinya menjadi daya tarik perantau maupun pengunjung ke Agam,” bupati menambahkan.

Tidak hanya kuliner, Kabupaten Agam merupakan sorga bagi wisatawan dengan ikon “Agam Pesona yang Beragam”. Memiliki objek wisata alam, sejarah dan religi yang semuanya didukung oleh industri kreatif.

“Seperti wisata museum Buya Hamka, wisatawan dari mancanegara hanya datang berkunjung melihat hasil-hasil peninggalan dan buku karya Buya Hamka,” terangnya lagi.

Apalagi, jelasnya, Agam kembali membuat dan merevitalisasi objek wisata baru, yaitu Linggai dan kawasan objek wisata Sajuta Janjang yang berada di lereng Gunung Singgalang.

“Sehingga kita memiliki nilai jual yang lebih tinggi,” ujar bupati sembari tersenyum.

Selain pembenahan secara fisik, terangnya, “Ayo ke Agam” juga diperkaya dengan berbagai festival. Diantaranya Festival Pesona Danau Maninjau, Festival Durian, Festival Buru Babi, Festival Mancing Keluarga dan lainnya. (*/eds)
Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama