Banjir, 3.565 Warga Jakarta Mengungsi

loading...

Banjir di Kawasan Benhil, Jakarta.

JAKARTA, MJ News - Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BPBD DKI Jakarta, Muhammad Insyaf mencatat lebih dari tiga ribu warga telah mengungsi akibat banjir pada Selasa (25/2/2020).

Banjir melanda 294 RW dengan ketinggian paling tinggi 200 meter di Kelurahan Cawang, Jakarta Timur. "Total Pengungsi 973 KK (kepala keluarga), 3.565 jiwa, yang berada di 40 lokasi pengungsi," kata Insyaf dalam keterangan tertulisnya.

Selain Jakarta sejumlah wilayah di Bekasi, Jawa Barat, juga terendam banjir. Seperti di Perumahan Jatimulya Regency dengan ketinggian air mencapai 60 cm. Banjir juga terjadi di Perumahan Mutiara Gading Timur, Bekasi Timur.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengatakan, penyebab banjir karena cuaca ekstrem di sejumlah titik. Hal ini mengakibatkan sungai meluap dan sejumlah pintu air siaga.

"Curah hujan sangat lebat hingga ekstrem yang terjadi di wilayah Dki Jakarta dengan curah hujan tertinggi yang terukur oleh stasiun BMKG sebesar 278 mm/hari di Stasiun Meteorologi Kemayoran, sehingga menyebabkan beberapa pintu air mengalami kenaikan status siaga dan sungai meluap," tulis BNPB DKI Jakarta dalam rilis resminya.

Pemprov DKI Jakarta mengerahkan tim gabungan dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta, BPBD Provinsi DKI Jakarta, Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Disgulkarmat) Provinsi DKI Jakarta hingga PPSU Kelurahan untuk menangani banjir dan genangan.

Disgulkarmat Provinsi DKI Jakarta dibantu SAR Jakarta telah mengevakuasi warga yang terdampak banjir dan genangan ke lokasi pengungsian, sedangkan BPBD Provinsi DKI Jakarta bersama Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta dan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta telah mendistribusikan bantuan kepada warga yang mengungsi dan mendirikan posko.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memilih fokus menangani korban banjir. Para korban banjir akan diperhatikan kebutuhannya.

"Semua sumber daya kita fokuskan ke sana, kita siapkan untuk terjun. Semua kegiatan pemprov difokuskan ke lapangan, pertemuan rapat semua batal semua turun ke lapangan," jelas Anies di Pintu Air Manggarai, Jakarta.

Bamsoet temui Jokowi di Istana.

Ketua MPR Desak Pusat dan Pemprov DKI
Membuat Langkah Permanen Atasi Banjir

Ketua Majelis Perwakilan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo mendesak pemerintah pusat dan daerah menyelesaikan permasalahan banjir yang merendam ibu kota dan sekitarnya. Ia meminta pusat dan daerah membuat langkah permanen agar banjir tak lagi jadi musibah langganan.

"Kita berharap agar pemerintah pusat maupun pemerintah daerah di seluruh Indonesia segera melakukan langkah antisipatif. Karena ini bukan yang pertama kali kita menghadapi musibah banjir, sehingga harus dilakukan langkah-langkah yang permanen agar banjir ke depan tidak terulang," katanya di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat.

Katanya, salah satunya adalah meminta pendapat para ahli untuk atasi banjir. Selain itu, lanjutnya, membuat gorong-gorong agar air cepat disalurkan ke laut.

"Kemudian melakukan terobosan untuk memperbaiki sistem drainase atau saluran air di jalan-jalan, gorong-gorong sehingga langsung tersalurkan ke laut. Kalau tidak salah ada beberapa cara untuk mengoreksi banjir dengan membuat sumur-sumur resapan atau waduk-waduk, dengan kewenangan dari pemerintah daerah dan pemerintah pusat," katanya.

Dengan langkah apapun, tambahnya, DPR akan mendukung penuh untuk atasi banjir.

"Kami hanya mendorong agar ini segera dilakukan langkah-langkah dan perbaikan," katanya. (*/merdeka.com)




 

Komentar Anda

Lebih baru Lebih lama