Menikmati “Kopi Tatungkuik” di Malalak

loading...

Seorang pengunjung sedang asyik menikmati kopi tatungkuik
Seorang pengunjung sedang menikmati kopi tatungkuik.

AGAM, MJ. Dioperasikannya ruas jalan Sicincin-Malalak-Balingka (SIMAKA) berdampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat. Terlihat semakin ramainya rest area yang menyajikan kuliner khas Malalak.

Kebijakan pembangunan dari pinggir mulai menampakkan hasil yang menggembirakan. Malalak, sebagai kecamatan termuda di Kabupaten Agam terus menggeliat.

Sebuah warung bernama Lapau Nasi Putuih Basambuang di Kecamatan Malalak, menyediakan minuman khas dan unik di jagat raya, yaitu “Kopi Tatungkuik” (kopi dengan gelas tertelungkup).

Letaknya yang berada di jalur alternatif menghubungkan Kota Padang dan Bukittinggi, membuat semakin banyak orang ingin singgah menyicipi suguhan kopi ala Aceh tersebut.

Tidak hanya para penikmat kopi saja, bahkan orang nomor dua di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Nasrul Abit (Wakil Gubernur Sumbar) pun juga pernah menyobanya bersama Bupati Agam, Dr. H. Indra Catri, beberapa tahun yang lalu.

Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Agam, Kasman Zaini, mengatakan cara penyajian dengan gelas terbalik jelasnya dapat membuat kopi terasa lebih nikmat dan panas lebih lama mengingat iklim di Malalak tergolong dingin.

Dibilang unik, karena kopi disajikan dalam gelas yang posisinya dibalik di atas tadah, bagian atasnya dibalik ke bawah. Kopi yang merembes dari sela-sela gelas inilah yang diminum dengan sedotan.

Tidak hanya sekedar cara meminumnya yang unik, biji kopinya pun unik, digiling kasar dan ditambahkan dengan ketan hitam.

Cara mengeluarkan kopi dengan perlahan mengangkat gelas sedikit demi sedikit dari tadah atau yang lebih mudah dengan meniup bagian pertemuan gelas dan tadah memakai sedot. Harga jualnya juga ramah di kantong yaitu hanya Rp8.000 per gelas

Bagi para penikmat kopi, terang Kasman, wajib mencoba cita rasa dan penyajian yang unik dari kopi tatungkuik ini.

Kuliner ini dapat kita cari jalan lintas Malalak -Sicincin tepatnya di Nagari Malalak Utara Kecamatan Malalak. Unik tidak harus mahal, harga kopi ini tetap ramah di kantong, berkisar Rp.6.000-Rp. 8.000 per gelas. (*/eds)

kopi dengan gelas tertelungkup




 

Komentar Anda

Lebih baru Lebih lama