Gempa Sukabumi Dirasakan Hingga Bogor, 92 Rumah Rusak

loading...

Rumah rusak akibat gempa di Sukabumi.

BANDUNG, MJ News - Gempa dengan magnitudo 4,9 (sebelumnya ditulis 5 magnitudo) mengguncang wilayah Sukabumi, Jawa Barat, Senin (10/3/2020) pukul 17.18 WIB. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, pusat gempa berada pada koordinat 6.81 LS dan 106.66 BT. Tepatnya berlokasi di darat pada jarak 23 kilometer arah Timur Laut Kota Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada kedalaman 10 kilometer.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal," ungkap Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Agus Wibowo melalui keterangan tertulis.

Guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Cikidang, Ciambar, Cidahu, Panggarangan, Citeko. Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Hasil monitoring BMKG menunjukkan, aktivitas gempa pendahuluan sebesar magnitudo 3,2 sekitar sembilan menit sebelum gempa susulan atau sekitar pukul 17.09 WIB. Gempa tidak berpotensi tsunami.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi melaporkan, gempa menyebabkan satu unit rumah rusak di Kecamatan Kalapanunggal, dua unit rumah rusak di Kecamatan Parakansalak, satu unit rumah rusak di Kecamatan Kabandungan, satu unit rumah rusak di Kecamatan Cidahu.

"Tim BPBD bersama petugas gabungan lainnya melakukan kaji cepat untuk mendapatkan data lengkap terkait gempa bumi tersebut," ucapnya.

Dirasakan Hingga Bogor, 92 Rumah Rusak

Sekitar 92 rumah di Desa Purwabakti, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, mengalami kerusakan akibat gempa bumi yang terjadi pada Selasa (10/3) sore.

Sekretaris Desa Purwabakti, Wahyu menjelaskan, hasil pendataan sementara tercatat 50 unit rumah mengalami ringan, 38 rusak sedang dan 4 unit rumah berat.

Wahyu menuturkan, rumah-rumah itu tersebar di lima kampung. Yakni, Kampung Cisalada, Kampung Cigarehong, Kampung Cisalak, Kampung Cipambutan dan Kampung Campedak.

Dia memastikan tidak ada korban jiwa atas peristiwa ini. Pihaknya pun masih terus melakukan pendataan, baik rumah rusak lain, maupun korban luka saat gempa yang berpusat di Sukabumi itu terjadi dengan magnitudo 4,9.

"Saat gempa, warga ke luar rumah karena takut roboh. Tapi kalau korban jiwa bisa dipastikan tidak ada. Kita masih lakukan pendataan," kata dia. (*)




 

Komentar Anda

Lebih baru Lebih lama