Masih Banyak Polisi Belum Punya Rumah Sendiri

loading...


Ternyata kehidupan personil Polisi Republik Indonesia masih jauh dari sejahtera. Buktinya, ketika Jendral Tito Karnavian masih menjabat sebagai Kapolri, ia pernah mengatakan bahwa sekitar separuh dari anggota Polri belum memiliki rumah sendiri. Jumlahnya pun mencapai 200 ribu anggota.

mjnews.id - Fakta membuktikan, menjadi seorang polisi membuat seseorang mengalami sebuah “pemaknaan” baru dalam sistem sosial. Sebuah makna itu muncul dari intepretasi lingkungan sosial terhadap pengalaman, pengetahuan, serta perilaku yang dilakukan oleh subjek yang dimaknai tersebut.

Namun di balik semua itu, tak banyak yang tahu bahwa masih banyak anggota polisi yang “harus hidup berasabar”. Fakta ini terkuak setelah beberapa waktu lalu Jendral Tito Karnavian, yang saat itu masih menjabat sebagai Kapolri mengatakan, sekitar separuh dari anggota Polri belum memiliki rumah sendiri. Jumlahnya pun mencapai 200 ribu anggota.

Tito menyebutkan, dari jumlah sebanyak itu, menurut dia, sebagian besar berpangkat tamtama, bintara, hingga perwira pertama. Sementara realita menyatakan baha rumah dinas baru bisa memenuhi kebutuhan sekitar 14 persen anggota polisi.

“Bila melihat kondisi tersebut, sangat sulit jika mengandalkan dinas dalam memenuhi kebutuhan rumah untuk anggota,” kata Tito saat itu.

Oleh karena itu Jendral Tito Karnavian mendorong kerja sama dengan perbankan, termasuk lembaga pembiayaan lain, seperti PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persero), atau yang dikenal dengan sebutan Asabri.

KAPOLDA SUMBAR MERESPON

Beberapa waktu lalu Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis merotasi sejumlah jabatan kepala kepolisian daerah (Kapolda). Ada lima kapolda yang dimutasi, termasuk Kapolda Sumatera Barat. Mutasi ini diatur dalam Surat Telegram Kapolri ST/3229/XII/KEP./2019 yang diterbitkan Jumat 6 Desember 2019.

Seperti diketahui, dalam surat itu Irjen Pol Drs. Toni Harmanto MH ditunjuk sebagai Kapolda Sumatera Barat yang baru menggantikan Irjen Pol Fakhrizal yang dimutasi menjadi Analis Kebijakan Utama Baharkam Mabes Polri.

Begitu mantan Wakapolda Jawa Timur yang merupakan lulusan Akademi Kepolisian 1988 itu memulai tugasnya di Sumatera Barat perhatiannya langsung dicurahkan pada kesejahteraan dan kesehatan anggotanya.

Tak mengherankan bila langkah pertama yang dilakukan mantan Widyaiswara Utama Sespim Lemdiklat Polri ini saat memulai tugasnya adalah mengunjungi 52 orang anggotanya yang mengalami sakit permanen.

Toni mengaku apa yang dilakukannya itu hanyalah sebagai dukungan moril terhadap anggotanya. Satu persatu anggota yang sakit itu dibezuk Irjen Toni Harmanto, diikuti oleh Irwasda Polda Sumbar Kombes Pol Drs. K. Rahmadi, MH, Karo SDM Polda Sumbar Kombes Pol Hendra Wirawan, S.IK.

Saat itu Toni bersama PJU Polda Sumbar mengunjungi personel Polri yang sedang sakit, di antaranya Ipda Nolvian di Simpang Empat Air Dingin Padang, Aiptu Ganeviandi di Villa Asoka Kuranji, Yuliani di Lubuk Kilangan, dan Iptu Sri Handono di Aspol Marapalam.

“Ini sebuah hal yang lumrah dilakukan seorang atasan terhadap bawahan. Jadi jangan terlalu dibesar-besarkan,” kata pria kelahiran Jakarta, 5 Oktober 1965 ini.

Terkait dengan masih banyaknya anggota Polri yang masih belum memiliki rumah pribadi, ini diakui oleh perwira yang berpengalaman di bidang reserse dan pernah menduduki jabatan Diresrimum Polda Metro Jawa pada 2012 ini.

Menurut mantan Wadirtipidum Bareskrim Polri pada tahun 2013 dan Karojiansta Sops Mabes Polri ini gaji personel kepolisian dinilai belum cukup untuk membeli rumah pribadi yang layak.

“Inilah yang menjadi persoalan utama Untuk Sumatera Barat baru sekitar 20 persen anggota Polri yang memiliki rumah pribadi. Lalu yang 80 persen lagi nasibnya bagaimana?” kata Toni Harmanto.

Ia mengatakan, beban mereka bisa berkurang melalui program pembangunan kompleks perumahan khusus. Saya berharap perumahan khusus ini akan menjadi cikal-bakal pembangunan asrama-asrama yang lain," kata Toni.

Toni Harmanto mengakui bahwa saat ini anggaran negara sangat terbatas untuk program tersebut. Sehingga, rumah yang dibangun tidak akan bisa mengakomodasi sebagian besar kebutuhan personel yang belum memiliki rumah.

Terus terang, Toni mengaku merasa prihatin dengan kesejahteraan personel kepolisian.
“Pengorbanan mereka dinilai tidak sebanding dengan apa yang didapatkannya. Namun, mereka masih mau berkorban demi menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat,” katanya.

Untuk itu, Toni Harmanto telah membuat membuat program perumahan untuk anggota Polri yang ada. Ia pun berharap, ke depan ada pemberian rumah sebagai penghargaan bagi anggota polisi yang berprestasi.

Tentang perumahan untuk anggota Polri itu kata Toni menambahkan, pihaknya telah melakukan peninjauan lokasi untuk membangun perumahan bersubsidi Bukit Napa Residence yang beralamat di Jalan Bukit Napa, di depan SMAN No 16 Kuranji, Kota Padang.

Dikatakan, pada tanggal 2 Februari 2020, Biro Logistik, Biro SDM dan Bidkeu Polda Sumbar telah melakukan peninjauan lokasi, dengan rincian lokasi dan kondisi, lokasi itu hanya berjarak 9,9 km dengan jarak tempuh dari Polda Sumbar hanya sekitar 24 menit. Untuk saat ini kata Irjen Toni Harmanto, baru tersedia 330 unit rumah.

Selain itu kata Toni, juga dibangun perumahan bersubsidi Amanah Residence Sungai Sapiah, yang hanya berjarak tempuh 25 menit dari Polda Sumbar di Jalan Sudi,rman Kota Padang.
Saat ini kata Toni, 20 unit perumahan dengan tipe 36 dengan luas tanah 84 meter kubik itu dan berada di Jalan Aia Paku, Kelurahan Sungai Sapiah, Kecamatan Kuranji, Kota Padang itu dalam proses pengembangan. (F. Fahlevi)




 

Komentar Anda

Lebih baru Lebih lama