Bantu Bikin APD untuk Tenaga Medis, Sayang Siswa SMK Kekurangan Bahan Baku

loading...

Kepala Dispendik Jawa Timur, Wahid Wahyudi saat berada di SMKN 6 Surabaya. (ist)

mjnews.id - Siswa SMK di Jawa Timur membantu membuat Alat Perlindungan Diri (APD) untuk tenaga medis. Namun mereka sering kesulitan mencari bahan baku pembuatan APD ini.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Jatim, Wahid Wahyudi mengakui jika ada kendala dalam penjahitan APD ini. Dia pun meminta seluruh pihak yang memiliki bahan dan perlu dibuatkan baju APD, untuk mengabarkan pihaknya.

"Untuk penjahitan baju APD ini, SMK masih terkendala bahan baku. Saya meminta semua pihak yang memiliki bahan dan perlu dibuatkan baju APD, dipersilahkan menghubungi SMK yang ada jurusan tata busananya," kata Wahid saat di SMK 6 Surabaya, Senin (6/4/2020).

Sementara Kepala SMKN 6 Surabaya, Bahrun mengatakan awalnya pihaknya hanya menjahit masker. Namun, karena kebutuhan baju hazmat tak kalah mendesak, maka kedua APD itu juga diproduksi di sekolahnya.

"Kamis (2/4/2020) malam, kebetulan di Dinas Pendidikan ada bahan yang bisa dijahit. Saya sendiri yang mengambil karena kebetulan dekat. Paginya, Jumat, kita kerjakan bersama sekitar 43 anak. Ada yang saat itu hadir, ada yang diantar orang tuanya," ungkap Bahrun.

Bahrun menambahkan pihaknya sebenarnya sanggup mengerjakan pembuatan baju APD dalam jumlah lebih banyak lagi. Namun, problemnya ada pada bahan baku.

"Saat ini kebetulan bahan sudah habis. Bahkan Unesa (Universitas Negeri Surabaya) juga pesan ke kita 165 unit, tapi kita tidak ada bahan yang dikerjakan. Padahal ada sekitar 45 anak yang sudah kita siapkan," katanya.

Sejauh ini, Bahrun menambahkan 45 anak yang mengerjakan ini tidak hanya bisa dikerjakan di sekolah. Namun juga bisa dikerjakan di rumah karena para siswa juga punya mesin jahit.

"Kami siapkan siapkan potongan agar bisa dijahit di rumah," pungkas Bahrun. (*/eds)




 

Komentar Anda

Lebih baru Lebih lama