Pelaku Ujaran Kebencian Terhadap Tenaga Medis Ditangkap

loading...

Konferensi pers Polres Payakumbuh dengan awak media.
Konferensi pers Polres Payakumbuh dengan awak media. (ist)

mjnews.id - Jajaran Polres Kota Payakumbuh meringkus pria bernama Dm (41). Dia diduga menulis komentar berisi ujaran kebencian terhadap profesi dokter dan perawat, melalui akun media sosial (medsos) Facebook (FB) bernama “Nola Bundanya Asraf” yang viral sejak Minggu (12/4/2020) lalu.

Pria yang berprofesi sebagai pedagang itu ditangkap Senin (12/4/2020) lalu. Ia tercatat sebagai warga Jorong Indobaleh Timur, Nagari Mungo, Kabupaten Limapuluh Kota.

“Pelaku adalah suami dari pemilik akun Lona Bundanya Asraf. Dalam postingan komentarnya di Facebook, pelaku disangka melakukan ujaran kebencian terhadap profesi tenaga medis,” ujar Kapolres Payakumbuh AKBP Dony Setiawan, saat menggelar video conference dengan awak media Payakumbuh, Rabu (15/4/2020) sore.

Menurutnya, sebelum ditangkap, pria yang akrab disapa Ade itu sempat sempat mengelabui petugas dengan melapor ke Mapolsek Luhak. Ia berkilah jika akun FB milik istrinya atas nama Lona Bundanya Asraf, telah dibajak orang yang tidak bertanggung jawab.

“Sehari sebelumnya, Minggu (11/4/2020), polisi menerima laporan dari organisasi tenaga kesehatan IDI dan PPNI Kota Payakumbuh. Aparat kepolisian kemudian menelusuri riwayat postingan komentar pada akun FB milik istrinya. Termasuk meminta keterangan ke terduga pelaku. Saat dimintai keterangan, akhirnya tersangka Dasmaizar mengakui jika ia yang membuat komentar itu. Pelaku langsung kami amankan,” tambahnya.

Selain menangkap Ade, polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya, sebuah HP merk Vivo Y 53 warna gold, screnshoot postingan akun FB serta akun FB dan email atas nama Nola Bundanya Asraf.

“Dari hasil penyelidikan, Ade diduga melakukan tindakan pidana ujaran kebencian atau permusuhan individu atau kelompok masyarakat tertentu. Hal ini ditujukan kepada profesi dokter dan perawat. Dia sudah membangun opini dan mengajak masyarakat secara umum dan umat Islam. Karena ada kalimat secara khusus di postingan itu, untuk tidak menerima pemakaman dokter dan perawat yang menjadi korban Corona,” katanya.

Kepada penyidik, Desmaizar mengaku, berinisiatif melakukan perbuatan itu dengan alasan pernah mendapatkan pelayanan kurang baik dari tenaga medis ketika dia berobat ke salah satu Rumah Sakit di Kabupaten Limapuluh Kota.

Atas perbuatannya, polisi menjerat tersangka dengan pasal 45 a Ayat 2 Jo pasal 28 ayat (2) atau pasal 45 ayat 3 Jo pasal 27 ayat 3 UU ITE nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan Undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE).

“Tersangka kita lakukan penahanan. Ancaman hukuman pidana paling lama 6 tahun dan atau denda paling banyak 1 miliar rupiah. Tersangka juga meminta agar dipertemukan dengan perwakikan organisasi profesi IDI dan PPNI untuk meminta maaf,” ucap kapolres mengakhiri. (*/eds)




 

Komentar Anda

Lebih baru Lebih lama