Rp200 Ribu per Orang dari Pemprov Sumbar

Rapat koordinasi gugus tugas dampak sosial dan ekonomi akibat penangan Covid-19. (humas pemprov sumbar)

mjnews.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) akan memberikan bantuan bagi warga yang terdampak corona masing-masing Rp200 ribu/jiwa/bulan. Bantuan itu rencananya akan dibagikan dalam bentuk uang selama tiga bulan.

“Kita sudah rapat lagi, kita sepakati pemprov akan berikan bantuan bagi masyarakat,” sebut Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, Senin (6/4/2020) di Padang.

Dikatakannya, teknis penyerahan bantuan tersebut akan Selasa karena membutuhkan kesepakatan bersama dengan kabupaten/kota.

“Uangnya sudah ada. Tidak ada istilah tidak ada uang. Kita akan bagikan secepatnya, hanya saja ada beberapa pendapat yang perlu disamakan,” sebutnya.

Pendapat berbeda yang perlu disatukan itu adalah, ada kepala daerah yang menginginkan bantuan dari pemprov tersebut diserahkan dalam bentuk sembako. Dalam bentuk barang saja.

Hanya saja jika dalam bentuk sembako tersebut, distribusinya akan menjadi sulit. Karena akan menjangkau masyarakat yang jauh di pelosok Sumbar.

Kemudian ada permintaan, bantuan pemprov tersebut diberikan dalam bentuk uang saja. Alasannya lebih mudah didistribusikan. Namun, yang lebih membantu jika dengan uang maka perekonomian di daerah akan bergerak. Karena ada transaksi dari uang yang dibagikan. “Ini nanti yang akan kita putuskan bersama dengan gubernur,” sebutnya.

Dikatakan Nasrul Abit, bantuan yang diberikan pemprov itu kepada setiap orang. Bukan kepala keluarga (KK). Jika dalam satu KK ada lima orang, maka akan menerima sebanyak Rp1 juta/bulan selama tiga bulan.

Data Orang Masuk

Nasrul Abit juga kembali meminta kepada petugas yang menjaga pintu masuk agar benar-benar mencatat orang yang bisa di tracking. Sehingga orang itu benar-benar bisa diawasi.

Hingga kini katanya, berdasarkan laporan notifikasi sudah ada 25.690 yang sudah masuk Sumbar. “Kita harapkan perantau yang datang itu benar-benar untuk disiplin, agar transparan. Katakan saja,” katanya.

“Ini bukan aib, jika perantau yang pulang disiplin, maka masyarakat di kampung aman. Kita bukan memusuhi perantau, tapi tolong disiplin dan bekerjasama, melaporkan diri dan melakukan karantina mandiri,” sebutnya.

Dikatakannya, jika tidak disiplin, maka upaya pemerintah untuk mencegah korona ini tidak akan pernah habisnya. Karena tidak jelas, kapan peratau pulang, bagaimana memantaunya.

Berdasarkan kajian tim ahli Covid-19, Sumatera Barat bisa mencapai puncak penyebaran penyakit berbahaya ini saat lebaran nanti.

Tim ahli yang dibentuk pemprov tersebut terdiri dari peneliti dari beberapa universitas. Dalam kajiannya hal itu bertepatan dengan momen pulang kampung, yang telah menjadi tradisi tahunan perantau asal Sumatera Barat.

“Pemerintah provinsi sangat berharap kepada seluruh masyarakat untuk dapat mengikuti seluruh instruksi dari pemerintah. Sehingga, angka penyebaran Covid-19 dapat ditekan. Bahkan, diputus mata rantainya. Sehingga prediksi puncak itu, tidak terjadi,” katanya.

Pemprov, bersama kepala daerah dan pihak terkait telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi. Termasuk imbauan tidak pulang kampung bagi perantau.

Selain itu juga dilakukan pembatasan selektif, memeriksa dan mendata seluruh orang masuk ke Sumatera Barat. Data itu akan diteruskan oleh petugas gabungan perbatasan ke Gugus penanganan Covid-19 untuk selanjutnya diteruskan hingga ke tingkat RT dan RW.

“Ini harus benar diantisipasi. Pendatang dan perantau yang datang di awal, saat dan setelah lebaran,” ujar Nasrul Abit,

Nasrul Abit berhadap, agar semua Kabupatendan Kota terutama di sembilan pintu masuk jalur darat serta Bandara Internasional Minangkabau (BIM), mendata semua pendatang ini. Melaporkan, mencatat berapa jumlah orang yang datang perhari. Kemudian sampaikan langsung ke Bupati atau gugus tugas Kabupaten atau kota masing-masing, sehingga mereka itu benar-benar tercover.

Pemerintah provinsi, kata Nasrul, juga meminta kepada seluruh masyarakat untuk tidak berpandangan negatif terhadap mereka yang terpapar Covid-19. Karena, penyakit ini bukanlah aib. Hanya saja, masyarakat mulai dari tingkat RT dan RW, diminta untuk sama-sama berperan aktif memantau mereka yang baru saja datang dari luar, terutama yang dari daerah-daerah yang sudah terpapar Covof-19.

“Bisa mendeteksi dan mengawal para pendatang tersebut. Isolasi diri, periksa kesehatannya. Baik RT, RW, Jorong dan Korong, semua mengawasinya. Dan Masyarakat sekitar, juga ikut mengawasi. Tapi, jangan berpandangan negatif terhadap mereka. Ini bukan Aib. Tapi, kita butuh keterusterangan setiap pasien kita. Mereka harus terus terang bahwa pernah merasa demam, pernah ketemu dengan orang terpapar. Terus terang saja, sehingga penanganan kesehatannya lebih baik,” tutup Nasrul Abit.

Sudah 18 Positif

Selain penambahan satu orang positif, ada kabar baik dari pasien yang terinfeksi viru korona di Sumbar. Satu pasien positif covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Achmad Muchtar Bukittinggi dinyatakan sehat.

“Sekarang kita bersyukur ada satu pasien yang dinyatakan sembuh, semoga diikuti dengan pasien positif lainnya,”sebutnya.

Dikatakannya, pasien satu yang sembuh di RS Achmad Muchtar tersebut adalah warga Tanah Datar yang sebelumnya dikonfirmasi bekerja di Sekretariat DPRD Tanah Datar. Pasien tersebut kini dinyatakan sudah sembuh.

Sementara satu orang yang dinyatakan positif bertambah satu adalah asal Pasaman, laki-laki umur 43 tahun. Pasien tersebut sebelumnya tidak masuk dalam Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Namun yang bersangkutan melakukan pemeriksaan sendiri scara mandiri.

Hingga Senin (6/4) data Pemprov Sumbar yang dirilis melalui website corona.sumbarprov.go.id mencatat Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 3.648 orang terdiri dari 1.744 proses pemantauan dan 1.904 selesai dipantau.

Kemudian, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 85 orang dengan rincian 16 masih dirawat, 8 isolasi dirumah dan 61 negatif.

Sedangkan dari 18 yang dinyatakan positif, 9 orang dirawat, 7 isolasi mandiri di rumah, satu meninggal dan satu orang sembuh. (*/eds)
Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama