RS Corona di Pulau Galang, Dibangun Jokowi Tanpa Harapan Terpakai

loading...


mjnews.id - Rumah Sakit (RS) Darurat khusus Corona di Pulau Galang telah dibangun dengan anggaran Rp 400 miliar. Pembangunan memang memakai duit negara, tapi Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak ingin RS Corona itu terpakai. Maksudnya?

Rencana pemerintah membangun RS Corona di Pulau Galang disampaikan ke publik pada 3 Maret lalu. Sejak saat itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bergerak membangun di pulau sebelah selatan Batam, Provinsi Kepulauan Riau, itu.

Anggaran infrastruktur sebesar Rp 36,19 triliun dialihkan demi menghadapi virus Corona. Dari duit sebanyak itu, Rp 400 miliar dianggarkan untuk membangun RS Corona di Pulau Galang, pulau yang dulu identik dengan lokasi pengungsian warga Vietnam itu. Pembangunan dikebut.

Kunjungan Jokowi meninjau RS khusus Corona di Pulau Galang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden pada hari pertama April. Jokowi berharap RS Corona di Pulau Galang tidak digunakan. Lo? Memang tujuannya apa membangun rumah sakit kalau bukan untuk dipakai melayani orang sakit?

Memang, RS ini dibangun untuk menangani pasien berkasus COVID-19, terutama warga Indonesia yang datang dari luar negeri. Ini adalah bentuk antisipasi atau langkah jaga-jaga bila angka kasus COVID-19 di Indonesia benar-benar membeludak sehingga rumah sakit biasa tak mampu lagi menampungnya. Namun Jokowi berharap kondisi itu tidak terjadi.

Tentu saja tak ada yang berharap wabah Corona menjadi seburuk itu. Namun apa pun yang akan terjadi, negara harus siap dengan kemungkinan terburuk. RS Corona di Pulau Galang adalah persiapan menghadapi kondisi buruk itu.

"Sejak awal saya katakan ini dibangun untuk menyiapkan itu. Saya harapkan ini nggak dipakai," kata Jokowi di Pulau Galang, Rabu (1/4/2020) lalu.

Rencananya, RS Corona ini dibangun dengan kapasitas 1.000 ranjang pasien. Namun, untuk tahap pertama, kapasitasnya cukup 340 ranjang.

Setelah semua perawatan terkait Corona selesai, Jokowi ingin rumah sakit tersebut dialihkan menjadi tempat penelitian. Riset akan difokuskan untuk penyakit-penyakit menular.

Langkah pemerintah ini bukannya tanpa kritik. Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Pandu Riono menilai lebih baik pemerintah memaksimalkan fasilitas yang sudah ada ketimbang membangun rumah sakit baru di pulau yang jauh dari episentrum Corona. Anggaran untuk membangun rumah sakit bisa dipakai untuk penggencaran tes Corona, hal yang diperlukan Indonesia dalam situasi wabah ini.

"Daripada membangun rumah sakit di Pulau Galang, lebih baik memperkuat kapasitas laboratorium yang sudah ada. Lab daerah sudah ada, lab provinsi sudah ada, lab perguruan tinggi sudah ada, tinggal ditingkatkan kapasitasnya. Kita bukan negara terbelakang," kata Pandu, Rabu (18/3/2020).

6 April, Jokowi meresmikan dimulainya kegiatan operasional RS Corona di Pulau Galang. Hari berganti, pada 13 April lalu, masuk 39 pasien yang merupakan anak buah kapal (ABK) dari Kapal Motor (KM) Kelud. Tiga hari kemudian, jumlah pasien bertambah satu sehingga menjadi 40 orang.

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Danis Hidayat Sumadilaga menjelaskan, soal nilai nominal anggaran untuk mendirikan bangunan bernama resmi 'Fasilitas Observasi/ Penampungan/Isolasi untuk Pengendalian Infeksi Penyakit Menular di Pulau Galang' itu.

"Alokasinya Rp 400 miliar. Adapun besaran realisasi anggarannya masih dalam proses perhitungan dan nanti akan ada audit juga," tutur Danis, Jumat (17/4/2020) seperti ditulis detik.com. (*/eds)




 

Komentar Anda

Lebih baru Lebih lama