Kepala Daerah Diminta Jangan Lupakan Janji


Gubernur serahkan SK kepada Walikota Bukittinggi, Jumat (26/2/2021) di gubernuran. (humas)




Liputankini.com-Kepala dan wakil kepala daerah di Sumbar diminta tidak melupakan janji yang pernah diucapkan dalam pilkada lalu. Janji yang paling urgen, berupa pembangunan dan peningkatan ekonomi rakyat. 

"Janji peningkatan ekonomi paling dinanti masyarakat karena pandemi memang menjadi pukulan telak bagi masyarakat," kata pengamat politik dari Universitas Andalas, Andri Rusta, Jumat (26/2/2021), ketika diminta pendapatnya tentang telah berlangsungnya pelantikan kepala dan wakil kepala daerah hasil pilkada 2020.

Andri yang juga Direktur Spektrum Politika Institute mengusulkan agar semua pihak untuk segera melupakan persaingan politik. "Rangkul juga pihak-pihak yang berseberagan akibat persaingan politik di pilkada lalu," katanya.

Ditegaskan Andri, pembangunan di daerah tidak akan berjalan jika masyarakat masih terbelah. Andri juga mengingatkan, yang penting ke depan, kepala dan wakil kepala daerah jangan sampai pecah kongsi. Apalagi masa jabatan sekarang terbilang pendek, karena 2024 ada pemilihan serentak. "Yang paling utama, jauhi korupsi, kolusi dan nepotisme. Jangan berpikir untuk mengembalikan ongkos politik," katanya.

Agar terhindar dari pecah kongsi, Andri memberikan tips, semua harus bekerja sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. "Perlu kearifan dan berbagi porsi pekerjaan. Jangan sampai ada yang merasa ditinggalkan," katanya.


Dilantik gubernur


Gubernur Mahyeldi melantikan 11 pasangan kepala dan wakil kepala daerah hasil pilkada 2020. Para pemimpin itu diberi amanah hingga 2024 karena di tahun tersebut akan ada pemiligan serentak lagi.

Mereka yang dilantik,  Andri Warman-Irwan Fikri (Agam), Sutan Riska Tuanku Kerajaan-Dasril Panin dt Labuan (Dharmasraya), Safaruddin Dt Bandaro Rajo-Rizki Kurniawan Nakasri (Limapuluh Kota), Suhatri Bur-Rahmang (Padang Pariaman), Benny Utama-Sabar AS (Pasaman), Hamsuardi-Risnawanto (Pasaman Barat), Rusma Yul Anwar-Rudi Hariansyah (Pesisir Selatan), Benny Dwifa Yuswir-Iraddatillah (Sijunjung), Eka Putra-Richi Aprian (Tanah Datar). Sementara dua pasangan waikota dan wakil walikota, Erman Safar-Marfendi (Bukitinggi) dan Zul Elfian-Ramadhani (Solok).

Gubernur Mahyeldi mengambil sumpah jabatan atas nama presiden. Mahyeldi menanyakan kesediaan seluruh pasangan kepala daerah bersedia diambil sumpahnya. Semua menjawab bersedia dan sumpah diambil menurut agama Islam.

“Saya perlu mengingatkan, bahwa sumpah yang saudara ucapkan mengandung tanggung jawab sumpah dan tanggung jawab terhadap bangsa dan negara, tanggung jawab memelihara Pancasila dan UUD 1945, serta tanggung jawab terhadap kesejahteraan rakyat,” kata Mahyeldi. (ed)






 


Komentar Anda

Lebih baru Lebih lama