Sejumlah Tantangan Menanti Mahyeldi-Audy


Mahyeldi-Audi



Liputankini.com-Mahyeldi dan Audy Joinaldy telah dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Kamis (25/2/2021). Tantangan menanti pasangan gubernur dan wakil gubernur Sumatera Barat itu. Keduanya akan memimpin daerah hingga 2024 mendatang.


Direktur Spektrum Politika Institute, Andri Rusta kepada liputankini.com, menyebutkan, banyak persoalan yang menanti kepala daerah dan wakil kepala daerah hasil pilkada 2020 itu. "Tantangan sangat berat. Sekarang masih pendemi dan itu tidak tahu kapan akan berakhirnya," kata dia.


Menurut Andri, saatnya bahu-membahu dalam membangun daerah. Pemerintah tak akan bisa berjalan sendiri tanpa ada dukungan dari rakyat. 


Dikatakan Andri, ada sejumlah tantangan yang mesti segera dihadapi pemerintahan Mahyeldi-Audy. Antara lain, penyelesaian beberapa masalah infrastruktur di Sumbar, seperti tol Padang-Pekanbaru. Belum lagi persoalan klasik berupa kemacetan di pasar Koto Baru, Tanah Datar. "Ini tantangan yang tak ringan," kata pengamat politik dari Universitas Andalas tersebut.


Ditambahkan Andri, tantangan lain, berupa penyediaan lapangan kerja, terutama jika dikaitkan dengan janji politik Mahyeldi-Audy yang akan menciptakan 100 ribu entrepreneurship. 


"Belum lagi peningkatan mutu dan kualitas layanan dasar secara merata seperti pendidikan, kesehatan dan pemukiman," kaa Andri, seraya menambahkan, dengan waktu memerintah yang relatif singkat, maka pemerintahan pun harus bergerak cepat.  


Mahyeldi-Audy dilantik bersamaan dengan gubernur dan wagub dua provinsi lain, masing-masing Bengkulu dan Kepri. Dalam prosesi pelantikan,  tiga pasangan kepala daerah tersebut  mengambil petikan keputusan presiden. Setelah itu semua kepala daerah menjalani proses kirab menuju lokasi pelantikan dengan berjalan kaki yang dipimpin Presiden Joko Widodo, Wapres Ma'ruf Amin dan Mendagri Tito Karnavian.


Prosesi pelantikan diawali dengan dibacakannya Keputusan Presiden. Kemudian mengumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya.


Selanjutnya, Presiden Jokowi mengambil sumpah berkenaan dengan pengangkatan gubernur dan wakil gubernur untuk tiga daerah tersebut. Kalimat sumpah tersebut diikuti oleh seluruh gubernur dan wakil gubernur.


“Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan memenuhi kewajiban sebagai gubernur, sebagai wakil gubernur, dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh UUD 1945, dan menjalankan segala undang-undang, dan peraturannya, dengan selurus-lurusnya, serta berbakti kepada masyarakat, nusa dan bangsa,” kata Presiden.


Usai pengambilan sumpah, lagu kebangsaan Indonesia Raya kembali dikumandangkan. Tiga pasangan kepala daerah tersebut resmi menjadi gubernur dan wakil gubernur definitif.


Setelah resmi, para gubernur dan wakil gubernur mendapatkan ucapan selamat yang diawali dari Presiden Jokowi, kemudian diikuti oleh undangan yang hadir. Kemudian, para gubernur dan wakil gubernur mengambil foto bersama dengan Presiden Jokowi. Semua prosesi itu ditayangkan secara live streaming. (ed)






 


Komentar Anda

Lebih baru Lebih lama