Dugaan Penganiayaan Ketua BPD Miga Masuki Tahap Penyidikan

Irmin Zai tunjukkan surat dari Polres Nias


GUNUNGSITOLI-Perkara dugaan penganiayaan yang menimpa Ketua BPD Desa Miga, Irmin Zai alias Ama Iren yang terjadi 12 Maret 2021 di Balai Desa Miga telah dimulai penyidikan oleh Polres Nias. 


Ketua LSM KPK2 Yalisokhi Laoli yang juga pendamping korban mengatakan, setelah polisi melakukan gelar perkara, dugaan penganiyaan itu statusnya dinaikkan dari penyelidikan menjadi penyidikan. 


Naik status penyidikan ini tertera dalam Surat Perintah Penyidikan Nomor SP.Sidik/69/RES/IV.1.6/2021 yang diterbitkan pada 21 April 2021. Penyidik menetapkan kasus ini menggunakan pasal 170 ayat (1) atau pasal 351 ayat (1) dari KUHPidana.


"Kita berikan apresiasi kepada Kapolres Nias yang serius menangani kasus ini. Polisi  memberikan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) yang disampaikan kepada Kepala Kejaksaan Negeri Gunungsitoli pada 21 April 2021 dengan nomor surat : K/69/IV/RES.1.6./2021/Reskrim, sesuai tembusan surat yang diterima Pelapor/Korban an. Irmin Zai (Ketua BPD Desa Miga," ungkap Yalisokhi Laoli.


Dikatakannya, keluarga Irmin Zai mengucapkan terima kasih pada polisi. Pihak kepolisian dinilai profesional dalam dugaan penganiayaan itu.  "Kita akan tetap kawal kasus ini dengan mendampingi keluarga sampai proses hukum selanjutnya," kata dia.


Pihak korban, Irmin Zai berharap polisi memberikan keadilan pada masyarakat.  "Saya berterimakasih kepada Polres Nias atas kasus yang saya laporkan. Saya melaporkan dugaan penganiyaan yang dilakukan Pj. Kades dan bendahara desa," ucapnya.


Versi Pak Kades


Pj Kades Miga Samsul Sidik Telaumbanua memberikan klarifikasi terkait dengan tudingan terhadap dirinya. Dia heran dengan tudingan atas dirinya yang diduga sudah melakukan penganiayaan/ pemukulan terhadap ketua BPD Miga Irmin Zai.


Dikutip dari laman agaranewscom, ia mengatakan, tudingan penganiayaan terhadap Ketua BPD Miga, itu tidak benar. Menurut dia, peserta musyawarah pada saat itù turut hadir Babinsa, Babinkamtibmas, TA P3MD Kota Gunungsitoli, pendamping desa, Kecamatan Gunungsitoli. Hadir juga anggota BPD, tokoh adat, tokoh agama, anggota dan ketua LPM.


Bahkan, ada surat pernyataan, mereka melihat dan menyaksikan langsung kejadian tersebut, bahwa Pj. Kades Miga dan Kaur Keuangan (Bendahara Desa Miga) tidak melakukan penganiayaan atau pemukulan terhadap ketua BPD Desa Miga.


Samsul Sidik menjelaskan sedikit kronologis kejadian, setelah ketua BPD menutup rapat, ketua BPD keluar, sampai di depan pintu ada seseorang berbincang dengan ketua BPD dengan menggerakkan tangannya untuk kembali ke tempat duduknya.


Namun sebelum sampai di tempat duduknya, ketua BPD menyenggol Kaur Keuangan. "Melihat situasi tersebut, saya dengan refleks mengulurkan tangan kiri saya dan berkata jangan ketua," kata dia.


"Namun setelah saya melihat wakil ketua BPD yang berada di samping Ketua BPD dan Sekretaris BPD beranjak dari tempat duduknya, menghampiri Kaur Keuangan ada gerangan untuk memukul Kaur Keuangan. Maka saya berdiri menahan mereka agar tidak terjadi yang tidak kita inginkan. Saya nyatakan dengan tegas, saya belum melakukan penganiayaan terhadap ketua BPD," katanya.


Ditambahkan, tudingan penganiayaan terhadap ketua BPD tersebut tidak benar. "Dengan secara jelas terlihat dalam video yang berdurasi 3.09 menit, saya belum melakukan penganiayaan tersebut," kata dia.


Dia menyatakan kecewa, dalam kejadian tersebut, Ketua BPD dinilainya tidak ada sedikitpun untuk menenangkan situasi. Padahal,  yang mengundang rapat dan yang bertanggung jawab pada pertemuan itu adalah ketua BPD. Pj kepala desa juga berharap persoalan ini cepat selesai.  (yamoni)

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama