Tidak Ada Kegiatan yang Lepas dari Teknologi


 Bupati Hamsuardi tanda tangani kesepakatan dengan kepala OPD dan camat se-Pasaman Barat. 


PASAMAN BARAT-Wakil Bupati Pasaman Barat Risnawanto membuka sosialisasi sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) sekaligus membuka sosialisasi e-pajak dan e-retribusi, Kamis (15/4/2021).


Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan kesepakatan atau komitmen bersama antara bupati dengan kepala OPD dan camat Se- Kabupaten Pasaman Barat tentang SPBE.


Dua kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan penggunaan teknologi di berbagai bidang, baik dari segi pemungutan pajak maupun dari penggunaan sistem pemerintah berbasis elektronik (SPBE).


Wakil Bupati Risnawanto, mengatakan kegiatan sosialisasi tentang e-pajak dan e-retribusi maupun penggunaan SPBE ini wajib diikuti pemerintah, mulai dari tingkat kabupaten, OPD sampai nagari.


"Peserta sosialisasi yang hadir pada hari ini baru kepala OPD dan camat. Ke depan saya ingin wali nagari juga mengikuti karena penggunaan teknologi saat ini tidak terlepas dari kita semua. Sebab, apapun kegiatan yang kita lakukan tidak bisa terlepas dari teknologi," kata Risnawanto.


Terkait dengan e-Pajak dan e-retribusi, lanjut Bupati Risnawanto, penilaian untuk Pasaman Barat masih rendah dengan poin 3,7. Hal ini disebabkan  masih rendahnya penggunaan teknologi dalam memungut pajak dan retribusi.


"Ke depan, saya ingin kepala OPD dan camat ini membuat terobosan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya," kata dia.


Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Edy Murdani mengatakan, sistem pemerintah berbasis elektronik (SPBE) sesuai dengan peraturan Nomor 25/2009 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik dan Peraturan Presiden Nomor 95/2018 tentang Penyelenggaraan Pemerintahan Berbasis Elektronik.


"Penggunaan SPBE tersebut diatur pemerintah pusat hingga ke pemerintah daerah. Kita berharap sosialisasi ini bisa memberikan pemahaman yang baik dan persamaan persepsi kepada seluruh kepala OPD dan camat serta aparatur yang menangani pelayanan administrasi dan pelayanan publik berbasis elektronik pada masing-masing instansi," sebut Edy Murdani.


Kepala Dinas Pendapatan dan Aset Maiyuslinar mengatakan pada 2020 Pasaman Barat baru melakukan e-pajak di Bank Nagari, berupa pembayaran PBB.


"Kita berharap pada 2021 nilai kita tidak merah lagi, walaupun kita di atas 96 persen, tapi karena tidak berbasis elektronik kita dinilai kurang bagus. Kita berharap bisa menggunakan e-pajak dan e-retribusi dengan baik ke depan," ujar Maiyuslinar. (bobi)

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama