Tumpahan Minyak Ancam Pariwisata Batam



BATAM-Kota Batam tengah gencar memacu sektor pariwisata tanpa meninggalkan identitas sebagai konta industri. Pengembangan pariwisata itu bisa terkendala tumpahan minyak. Banyak kapal besar yang buang limbah di lautan, hingga pada waktunya tumpahan minyak itu sampai ke daratan.


Kepala Dinas Lingkungan Hidup Batam, Herman Rozie menyebutkan, limbah diduga berasal dari kapal-kapal yang berlayar di perairan internasional dan membuang limbah ke laut. "Tumpahan minyak merugikan Batam karena perairan tercemar dan pariwisata bahari ikut terancam," kata dia dalam rapat persiapan operasi interpol 30 Days at Sea 3.0.


Operasi itu  nantinya diikuti seluruh negara anggota interpol di kawasan Asia Pasifik dengan target polusi dari kapal dan instalasi lepas pantai, polusi sungai dan daratan yang berdampak pada laut, perdagangan limbah melalui Pelabuhan dan perdagangan ilegal dan pembuangan limbah medis di sungai, pesisir dan laut.



"Kegiatan ini bertujuan mendeteksi adanya dugaan pencemaran limbah tumpahan minyak di perairan Batamdan Bintan," ucap Herman Rozie.

 

Menurut dia, DLH Batam menyambut baik operasi ini. Seperti diketahui, pencemaran laut dari tumpahan minyak hampir tiap tahun terjadi di perairan Batam dan Bintan. 


Hadir dalam rapat itu tim yang terdiri dari KLHK, Bakamla, Dithubla, Mabes Polri, Lanal, Lapan dan Kemenkeu.


Herman mengatakan, pemerintah kota berharap dengan operasi membawa dampak positif dan berkurangnya tingkat pencemaran laut, terkhusus karena tumpahan minyak.


Terlebih, operasi ini sejalan dengan program Wali Kota Muhammad Rudi yang gencar mengembangkan potensi baru, menjadikan wisata sebagai andalan tanpa harus meninggalkan Batam sebagai kota industri. (Veri)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama