Berkunjung ke Tanah Datar, Siap-siap Ikuti Rapid Test


 Rapat penanganan Covid-19 di Indo Jolito. (humas)


BATUSANGKAR-Jika berkunjung ke Tanah Datar, siap-siap untuk ikut rapid test. Kebijakan itu menindaklanjuti imbauan pemerintah pusat melalui rapat koordinasi nasional tentang penegakan disiplin protokol kesehatan dan penanganan Covid-19 yang dipimpin Mendagri Tito Karnavian.


Bupati Eka Putra bersama jajaran terkait ikut rapat terbatas tentang kebijakan daerah menghadapi Idul Fitri itu. 

Dalam rapat yang digelar di Gedung Indo Jolito, Senin (3/5/2021), Eka menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar siap mendukung kebijakan pusat tentang peniadaan mudik.

"Pemerintah pusat meminta kepala daerah se-Indonesia satu narasi tentang pelarangan mudik untuk mencegah meledaknya angka konfirmasi positif Covid-19. Indonesia dengan jumlah penduduk yang besar jika abai prokes ditakutkan bisa terjadi seperti halnya di India ataupun Brazil dan ini tidak ada satupun yang menginginkan terjadi," ungkap bupati yang dikutip dari laman resmi pemerintah kabupaten.

Langkah yang diambil lanjut bupati, pemerintah daerah akan mendirikan posko pengamanan di beberapa titik pintu masuk ke Tanah Datar, efektif beroperasi mulai 6 Mei mendatang serta dibantu petugas dari TNI dan Polri.

"Upaya yang bisa kita lakukan, melaksanakan rapid test antigen secara gratis kepada perantau yang akan masuk ke Tanah Datar walaupun mungkin sudah ada yang mengantongi surat keterangan rapid test tetap akan dilakukan. Pemerintah daerah tidak bisa melarang sepenuhnya perantau yang sudah sampai di Tanah Datar. Mohon kiranya pengertian perantau untuk kebaikan bersama," kata bupati.

Apalagi tambah bupati, Tanah Datar dan Sumatera Barat menurut laporan yang diterima berada pada jalur merah. "Kita ingin sebelum perantau berkumpul dengan keluarganya dipastikan tidak dalam kondisi positif Covid-19. Ada kejadian baru-baru ini di Tanah Datar, perantau kita pulang kampung yang kemudian diketahui positif Covid-19 dengan status orang tanpa gejala (OTG) menularkan virus kepada kedua orang tuanya yang ternyata orang tuanya ada penyakit penyerta. Allah SWT berkehendak, kedua orang tuanya meninggal dunia. Ini hendaknya menjadi pelajaran buat semua," terang bupati.

Bupati berharap masyarakat jangan anggap remeh dengan Covid-19, tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan budaya 5M terutama memakai masker saat beraktivitas di luar rumah. (*)

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama