Jalan Diportal Demi Jembatan, Ini Alasan Kepala Desa



Warga pasang portal di jalan agar truk tak bisa lewat. 


GUNUNGSITOLI-Warga Desa Idanotae membuat portal jalan, sehingga truk ukuran besar tak bisa lewat. Pemasangan penghalang jalan itu agar kendaraan berat tak melewati jembatan. Warga mempertahankan jembatan itu, karena dibangun dengan gotong royong, bukan memakai dana pemerintah.


Kepala Desa Idanotae, One Darman Hura kepada liputankini.com, Minggu (9/5/2021) menyebutkam, pemalangan jalan raya tersebut mengingat jembatan di desa tak mungkin mampu menahan beban berat. "Satu hal lagi, jembatan itu sudah tua. Tak mungkin kiat menahan truk dengan tonase besar," katanya. 

Menurut kepala desa, jembatan itu merupakan buah gotong royong masyarakat pada 30 tahun lalu. Jembatan itu hanya sanggup dilewati kendaraan roda empat. "Bukan truk besar yang membawa beban berat," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Desa Idanotae bersama masyarakat pasang palang (portal) di jalan raya dengan menggunakan besi. Jalan dipalang di samping jembatan Foa menuju Desa Idanoate serta dekat pintu masuk menuju Pembangunan Puskesmas Gunungsitoli Idanoi, Sabtu (8/5/2021).

Pemasangan palang di jalan itu merupakan bentuk protes warga karena jalan tersebut dilalui mobil pengangkutan bahan material bangunan. Warga merasa terganggu dengan lalu lintas kendaraan tersebut. Sebab, mobil yang melintas melewati kapasitas jembatan untuk menahan beban. Warga takut jembatan rusak.

Pemasangan portal di tersebut jalan lantaran pemuda dan pemerintah desa Idanotae merasa tidak dilibatkan dalam pekerjaan sebuah proyek pembangunan.

Mobil yang melintas mengangkut bahan material pembangunan ruang puskesmas di Kecamatan Gunungsitoli Idanoi yang dilaksanakan sebuah rekanan.

Kepala desa mengatakan proyek itu sebenarnya tidak terganggu karena ada jalan alternatif lainnya dari simpang masjid menuju lokasi pembangunan. Kalau lewat jalan alternatif itu,  jembatan tidak dilalui. "Jalannya juga sama bagus, baik lebarnya maupun jarak tempuh, kenapa tak lewat jalan itu," kata One Darman Hura.

 Kepala desa mengemukakan, jauhnya sebelumnya sudah disampaikan kepada pihak kontraktor tentang jembatan yang tidak layak dan tak bisa dilalui kendaraan roda enam. "Namun pemberitahuan tak direspon dengan bak," tuturnya.

Kepala desa mengemukakan, jembatan itu bukan pemerintah daerah yang membangun, tetapi gotongroyong dan swadaya masyarakat. "Itupun besinya cuma satu lapis," kata dia.

Selain itu, kata kepala desa, sejak dimulainya pekerjaan oleh kontraktor, belum warga masyarakat setempat yang dipekerjakan.  

"Saya berharap dan minta tolong kepada kontraktor, agar diperkerjakan warga desa karena banyak warga yang menganggur, apalagi situasi Covid-19 seperti sekarang dan susah mencari pekerjaan," kata kepala desa. (yamoni)

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama