Jembatan tak Ada, Pemerintah Diminta Turun Tangan

Warga kesulitan melintasi sungai karena tak ada jembatan. 

GUNUNGSITOLI-Jalan alternatif penghubung antara Desa Samasi dan Desa Tuhegeo II, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli butuh perhatian serius dari pemerintah daerah. Pemerintah harus segera turun tangan mengatasi persoalan itu.

Pemerintah harus segera membangun jembatan di sungai Bowangi. Masyarakat kesulitan dalam menjalankan aktivitas karena infrastruktur yang tak mendukung.

Bukan hanya itu, jalan tersebut menghubungkan Desa Hilimbowo Idanoi, selain juga berfungsi sebagai akses antara Kota Gunungsitoli dengan menuju Kabupaten Nias. 

"Masyarakat ingin infrastruktur yang lebih baik serta ingin pemerataan pembangunan," kata seorang warga, Yenius Waruwu. Dia yang melintasi jalan tersebut, Sabtu (1/5/2021).

Dikatakannya, akibat belum terbangunnya jembatan di sungai bowangi dan ketika banjir tidak dapat dilewati warga. Bahkan pelajar yang sering jalan kaki setiap hari menuju SMP Negeri 4 Gunungsitoli Idanoi tak bisa sekolah. 

"Infrastruktur yang buruk ini menjadi penghambat aktivitas warga ketika melewati sungai saat musim hujan," ucapnya.

Yenius menjelaskan, kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat terpaksa berhenti dan menunggu beberapa jam menunggu air surut. "Setelah surut baru melintas," kata dia. 

Ketika air sungai mulai surut, kendaraan roda dua diangkat warga supaya secepatnya sampai ke tempat tujuan. "Kita pemerintah melihat ke lapangan tentang kondisi yang dialami masyarakat," kata dia. 

Kepala Desa Tuhegeo II, Yaredi Laoli menyebutkan, warga memang membutuhkan jembatan yang layak.  "Hal ini sudah disampaikan ke pemerintah dan diusulkan di APBD," kata dia. 

Yaredi Laoli, menyebutkan untuk sementara pemerintah desa mengatasi persoalan dengan dengan menggunakan bronjong. 

"Pada 2018 melalui anggaran dana desa, kita memasang bronjong dan juga memasang bronjong di dasar air, sehingga sampai sekarang masih dalam keadaan utuh," ujar kades.

Wakil Walikota Gunungsitoli pernah melewati sungai tersebut dari Desa Samasi menuju Desa Tuhegeo II. Mobil wakil walikota melewati bronjong itu pada Februari lalu.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Walikota Gunungsitoli Sowa'a Laoli menyampaikan, terkait masalah akses infrastruktur pembangunan di wilayah dua desa tersebut akan dibangun secara pelan-pelan dan harus berkualitas bagus. 

"Pemerintah pasti berkomitmen membangun wilayah Kota Gunungsitoli. Tidak hanya Desa Tuhegeo II dan Samasi tetapi seluruh wilayah," kata Sowa'a. (Yamoni)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama