Warga Sorot Pembangunan Drainase di Bawadesolo

 Pekerja membangun tembok sebagai penahan agar badan jalan tak runtuh.


GUNUNGSITOLI-Segala sesuatu dapat dilihat dari dua sudut pandang berbeda. Ada yang menilai wajar, ada pula yang menganggap salah. Hal itulah yang kini terjadi pada pembangunan drainase sekaligus penahan agar jalan tak runtuh.

Salah satu tembok penahan pada pekerjaan pembangunan yang berlokasi di Jalan Karya Dusun III, Desa Bawodesolo, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara menjadi pembicaraan masyarakat setempat.

Di sinilah beda sudut pandang itu. Warga kecewa karena yang dilakukan sekarang merupakan pekerjaan dengan menimpa tembok yang dibangun pada 2011 dengan memanfaatkan dana PNPM-Mandiri. Pekerjaan baru dilakukan kontraktor pemenang tender. 

Versi pemerintah, tembok ditinggikan karena badan jalan yang akan dibangun lebih tinggi. Tentu tak cukup dengan mengandalkan tembok lama yang letaknya di bawah badan jalan yang akan dibangun.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Gunungsitoli pada tahun ini melakukan pembangunan pekerjaan drainase, pekerjaan geosintetik, pengaspalan dan pekerjaan struktur 

Diketahui proyek tersebut menggunakan DAU 2021 dengan nilai kontrak Rp758.007.000.00. Paket pekerjaan, peningkatan jalan Karya Dusun III, Desa Bawodesolo, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, untuk memperlancar arus lalu lintas. Durasi pekerjaan 26 Maret-23 Juli 2021.

Warga awalnya senang dan berterimakasih kepada Pemerintah Kota Gunungsitoli dengan dilakukan pembangunan di sepanjang jalan tersebut. Namun, ketika dilakukan dengan menimpa pekerjaan lama, sebagian warga akhir kecewa.  "Kami nilai ini mubazir. Kenapa bangunan lama harus ditimpa," kata warga di sana, Kamis (6/4/2021).

Masyarakat juga menyoroti campuran semen bahan material berupa enam gerobak pasir dengan satu sak semen. "Kami minta dari Dinas PUPR Kota Gunungsitoli, baik itu PPK maupun pengawas teknis agar proyek itu ditinjau ulang," kata warga itu.

Ketika dikonfirmasi kepada mandor pekerjaan di lokasi, Ama Dana Larosa, menyebutkan pekerjaan itu dikordinasikan, serta ada petunjuk dari Dinas PUPR Kota Gunungsitoli maupun dari kontraktor.

"Kami timpa bangunan lama PNPM-Mandiri itu agar tembok penahan tersebut menjadi tinggi," sebut alias Ama Dana. (yamoni)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama