Beton Jalan, Warga Dilaporkan, Anggota DPRD Minta Pemkab Turun Tangan

 Mussidi tunjukkan jalan yang ia beton dan dipasang kawat berduri


PASAMAN BARAT-Mussidi melakukan aksi tak lazim. Dia membeton akses jalan ke sebuah perusahaan di Jorong Padang Gadok, Kecamatan Kinali Pasaman Barat. Dia melakukan aksi nekat itu, lantaran merasa hak-haknya sebagai pemilik lahan belum dipenuhi perusahaan.


Perusahaan tak tinggal diam. Mussidi dilaporkan ke polisi. Dalih perusahaan, aksi itu mengakibatkan aktivitas perusahaan terganggu. Kapolres Pasaman Barat, AKBP Sugeng Hariyadi melalui Kasat Reskrim, AKP Fatrizal membenarkan laporan perusahaan tersebut. "Benar kita menerima laporan atas dugaan pemblokadean oleh masyarakat atas nama Mussidi," kata Fetrizal, Senin (28/6/2021).

Rupanya, sudah tujuh hari Mussidi membuat blokade beton disertai dengan pemasangan kawat berduri, persis di akses jalan masuk PT tersebut. Mussidi melakukan hal itu bermula dari ketidakjelasan ganti kerugian tanahnya yang dipergunakan sebagai akses jalan masuk ke perusahaan itu. 

Pihak Mussidi telah berupaya melakukan peringatan ke pihak perusahaan, namun tidak mendapatkan hasil yang sesuai ekspektasinya. Pada 2020, Mussidi sudah pernah memblokade jalan tersebut, namun pengakuan Mussidi, blokade beton diruntuhkan perusahaan dengan alat berat. 

Pengakuan Mussidi, tanah yang dipergunakan untuk akses jalan pabrik itu merupakan tanah atas nama adiknya, Eli Novita. "Lantaran adik saya perempuan, dia memberi kuasa pada saya untuk bisa mempertahankan haknya," kata Mussidi. 

Anggota DPRD Pasaman Barat, Endang Jaya Putra meminta Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat untuk turun tangan menyelesaikan persoalan itu.  Harus ada keberpihakan yang seimbang antara ke masyarakat dan perusahaan.

"Kenapa masyarakat memblokade, pasti ada masalah. Entah itu di perusahaan atau masyarakat. Tugas Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat untuk mencari titik temu," katanya. (BOBI)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama