Sengketa PT LIN dengan Masyarakat, Pemda akan Cari Solusi

 Ketua DPRD dialog dengan tokoh Kinali. 



PASAMAN BARAT
-Peran Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat sangat diperlukan dalam penyelesaian konflik yang terjadi antara perusahaan perkebunan kelapa sawit dengan masyarakat Kinali, dalam hal ini dengan PT. Laras Inter Nusa (LIN). Pemerintah kabupaten bertekad mencari solusi terbaik.

Pada Selasa (8/6/2021), ribuan warga yang berkunjung ke PT LIN memasang portal di gerbang utama perusahaan itu. Aksi itu dilakukan untuk menuntut 20 persen hak lahan plasma yang belum juga diberikan pihak perusahaan ke masyarakat. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pasaman Barat pernah melakukan hearing dengan perwakilan perusahaan, namun hearing itu tidak berjalan dengan mulus.

Warga memasang portal itu dalam aksi yang dipimpin ninik mamak Kinali, Gusnifar Majo Sadeo. Warga menuntut hak yang tak kunjung diberikan perusahaan. Kini konflik itu ditanggapi Polda Sumbar. Direktur Kriminal Khusus Polda Sumbar mengunjungi kantor bupati didampingi Kabag Ops Polres Pasaman Barat. Pada Rabu (9/6/2021) terjadi pertemuan membahas persoalan itu. 

Dalam pertemuan tertutup di ruangan bupati hadir Dirkrimsus Polda, Kombes Joko Sadono, Kabag Ops Polres Pasbar, Kompol Mudasir, Ketua DPRD Parizal Hafni serta Bupati Hamsuardi dan Wakil Bupati Risnawanto. Salah satu pembahasan dalam rapat itu, tentang pembukaan portal yang telah dipasang masyarakat di gerbang utama PT LIN.

Parizal Hafni menyebutkan, telah terjadi rapat tertutup yang berjalan kurang lebih empat jam serta ada tamu dari Polda Sumbar. "Benar kita rapat tertutup dengan pembahasan komflik yang terjadi antara PT LIN dengan masyarakat Kinali. Soal pembukaan portal, masih kita mediasi dengan masyarakat," katanya

Wakil Bupati Risnawano menyebutkan, pemerintah kabupaten akan tetap mencari solusi. "Semua masih dalam proses," katanya.

Sementara ninik mamak berharap pemerintah daerah, provinsi serta pusat agar lebih memperhatikan inti permasalahan.  (BOBI)

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama