Tempat Hiburan Malam Ditutup di Gunungsitoli

 Rapat pemko sehubungan dengan meningkatnya kasus corona di Gunungsitoli. (kominfo)


GUNUNGSITOLI-Sehubungan dengan peningkatan kasus terkonfirmasi corona, Pemerintah Kota Gunungsitoli rapat bersama Forkopimda, Satgas Penanganan Covid-19, pimpinan lembaga keagamaan, tokoh masyarakat dan tokoh budaya di ruang rapat kantor wali kota, Senin (28/6/2021).


Dalam rapat yang dipimpin Wali Kota Lakhomizaro Zebua itu, menyepakati beberapa keputusan yang berlaku Senin (28/6/2021). Antara lain, tempat hiburan malam seperti pub, karaoke, dan sejenisnya ditutup untuk sementara waktu. Restoran/rumah makan, cafe dan pusat jajanan malam dibatasi beroperasi sampai pukul 21.00 dengan tidak melayani pelanggan untuk makan ditempat tetapi hanya melayani pesan bungkus atau antar.

Pusat perbelanjaan seperti toko, warung, market dan sejenisnya diwajibkan untuk menyediakan fasilitas tempat cuci tangan dengan air yang mengalir bagi pelanggan. Karyawan dan pelanggan diwajibkan untuk selalu menggunakan masker. 

Selain itu, kegiatan adat seperti pesta pernikahan, syukuran dan sejenisnya yang mengundang kerumunan massa ditunda pelaksanaannya yang dimulai dari 1 Juli sampai dengan 21 Juli 2021. Untuk pelaksanaan ibadah, kapasitas yang diizinkan hanya 50 persen dari kapasitas gedung dan jika tidak dipatuhi, pelaksanaan ibadah akan diberlakukan secara daring.

Satgas Covid-19 dari Kodim 0213/Nias, Polres Nias dan Satpol Pamong Praja Kota Gunungsitoli akan melaksanakan penegakan disiplin penerapan protokol kesehatan sekaligus pengetatan di tiap pintu masuk/perbatasan Kota Gunungsitoli. 

Bagi masyarakat yang tidak mematuhi prokes akan dikenakan sanksi sesuai dengan Perwal Kota Gunungsitoli Nomor 30 Tahun 2020 tentang Pedoman Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Corona Virus Disease 2019 di Kota Gunungsitoli. Hasil keputusan ini akan dievaluasi secara berkala dan akan kembali diperpanjang jika kasus konfirmasi Covid-19 tetap bertambah. 

Wali kota mengimbau seluruh masyarakat untuk mematuhi prokes yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan serta membatasi mobilitas dan interaksi, demi upaya menurunkan tingkat penyebaran Covid-19. "Kami minta masyarakat patuh dengan aturan. Semua ini demi kepentingan bersama," ujarnya yang dikutip dari Kominfo. (YAMONI)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama