TNI AL Hibahkan Kapal Perang ke Pemko Pariaman

Wali Kota Genius Umar dan Komandan Lantamal  II Padang, Laksamana Pertama TNI Hargianto ketika membicarakan hibah kapal perang di Pangkalan Utama TNI AL II Padang, Teluk Bayur, Senin (7/6/2021). 



PARIAMAN
-TNI AL hibahkan kapal perang ke Pemko Pariaman. Persiapan pemberian hibah ini didahului dengan rapat koordinasi peninjauan eks KRI Teluk Ratai 509 di Pangkalan Utama TNI AL II Padang, Teluk Bayur, Senin (7/6/2021). 

Rombongan pemko dipimpin Walikota Genius Umar dan juga Komandan Lantamal  II, Laksamana Pertama TNI Hargianto. 

Genius Umar mengucapkan terimakasih kepada Danlantamal II Padang, yang telah memfasilitasi permintaan pihaknya, untuk menghibahkan satu buah kapal perang yang nantinya akan dijadikan Museum Angkatan Laut di Pariaman. 

"Dengan adanya bekas kapal perang ini, akan menjadi bukti sejarah, Pariaman dulunya adalah pangkalan AL pertama di Sumatera, dan menjadi kebanggaan tersendiri nantinya untuk Pemerintah sendiri dan masyarakat," ujarnya. 

Wali kota membayangkan nantinya museum kapal perang ini akan menjadi magnet wisatawan, yang sekaligus nantinya akan menjadi edukasi kepada pelajar  tentang sejarah bahari dari Pariaman. 

"Pada Rabu 9 Juni 2021, kita akan rapat di Satlinlamil, armada II Surabaya, bersama dengan jajaran Lantamal II Padang, melihat secara langsung KRI Teluk Ratai 509, untuk kita explorasi dan memaksimalkan apa yang bisa diangkat dari kapal perang ini dalam pengembangan nantinya ketika dijadikan museum," terangnya.

Hargianto menyebutkan, Pariaman sangat beruntung mempunyai seorang walikota yang genius, bukan hanya namanya saja, tetapi juga pemikiranya. 

"Kalau nantinya benar-benar sudah terlaksana, maka Pariaman akan menjadi satu-satunya museum kapal perang yang ada di luar Jawa, dan akan menjadi kebanggaan bagi Pariaman dan Sumatera Barat," ucapnya. 

"Kita tidak ingin nantinya, museum hanya biasa saja, tetapi harus luar biasa, dan hal ini juga yang diinginkan Mabes TNI AL, agar kapal perang yang dihibahkan ini, dapat dimanfaatkan dan bernilai serta dirawat dengan baik," tutupnya yang dikutip dari laman pemerintah kota. 

KRI Teluk Ratai 509, adalah kapal perang yang sudah dipensiunkan pada 2019 yang lalu, dimana kapal perang ini adalah bekas kapal perang Amerika, yang menjadi saksi sejarah pada perang dunia kedua. 

Selama setengah abad lebih, kapal perang ini banyak dilibatkan dalam operasi militer, antara lain Operasi Dwikora, Operasi Seroja Timor-Timur, Operasi Bhakti Surya Bhaskara Jaya, TNI/ABRI Masuk Desa, Angkutan Laut Militer (Anglamil) pasukan penjaga wilayah perbatasan RI, dan operasi penanggulangan bencana alam tsunami di Aceh serta bantuan angkutan laut dalam mendukung pembangunan nasional. 

Kapal sepanjang 100 meter dan lebar 15,5 meter itu mampu mengangkut 20 tank dan 200 pasukan. Guna memudahkan pendaratan pasukan beserta persenjataannya, kapal ini memiliki rampa depan dengan kemampuan mendarat langsung di pantai/eaching.

Sebelum diresmikan sebagai Kapal Perang Republik Indonesia, kapal ini milik Amerika Serikat bernama Inagua Shipper-678. Kapal ini dibuat di galangan Chicago Bridge dan Iron Co USA pada 30 Juni 1944, dengan jenis Kapal Perang Landing Ship Tank (LST). Pada 31 Maret 1960 kapal ini resmi diserahkan kepada Pemerintah Republik Indonesia dan masuk dalam jajaran TNI AL pada 1967 sebagai unsur Satuan Kapal Amfibi Koarmatim dengan nama KRI Teluk Ratai-509, yang saat ini, setelah dipurna tugaskan berada di Mabes TNI AL, Armada 2 Surabaya. (*/AA)

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama