Aniaya Wartawan Saat Meliput, Warga Masuk DPO Polisi

Warga yang masuk dalam DPO yang dikeluarkan polisi. (Polsek Lolowa’u
)


KEPULAUAN NIAS-Polres Nias Selatan bersama Polsek Lolowa'u telah menerbitkan DPO (daftar pencarian orang) kepada tersangka penganiayaan bernama Rahmat Hidayat Halawa (25) dengan Nomor Pol : DPO/01/VII/2021/Reskrim.

Peristiwa tersebut, saat korban Yosafati Halawa, wartawan transtv45.com hendak melakukan peliputan pemilihan BPD di Desa Hiliadulo, Kecamatan Hilisalawa Ahe, Kabupaten Nias Selatan pada 19 Juni 2021.

Yosafati Halawa menjelaskan, setelah memberikan hak suaranya di pemilihan BPD saat itu dan dirinya langsung melakukan peliputan dan dihalangi pelaku berinisial PH sehingga terjadi perdebatan.

"Saat itu, PH mengatakan kepada saya jangan kau sok meliput di sini, dan di situlah terjadi perdebatan antara kami berdua dan secara tiba-tiba pelaku Rahmat Hidayat Halawa langsung mendorong saya sambil mengeluarkan ucapan caci maki," kata Yosafati Halawa, Selasa (20/07/2021).

Dikatakannya, pelaku memakinya dengan mengeluarkan kata kata tak senonoh itu, "Kau provokator di sini, ku pecahkan kepalamu itu pakai batu biar tahu rasa kau," kata korban menirukan ucapan pelaku.

Kemudian, pelaku mengambil batu dan melemparkan ke arah korban, sehingga lengan kirinya memar dan bengkak. "Kejadian itu, saya laporkan di Polsek Lolowa,u untuk meminta perlindungan hukum dan melakukan visum," jelasnya.

Pimpinan Umum transtv45.com, Pelis Feliks Waruwu mengapresiasi kinerja Polres Nias Selatan yang telah memberikan pelayanan yang baik dalam nenangani kasus penganiyaan terhadap anggotanya, sehingga hasil penyelidikan dalam upaya menangani kasus Ini sudah sampai pada penerbitan DPO terhadap pelaku.

"Harapan saya bersama jajaran redaksi kepada seluruh masyarakat di Kepulauan Nias, Khususnya Nias Selatan dapat memberitahu keberadaan pelaku yang sampai saat ini telah ditetapkan DPO," harapnya.

Kapolsek Lolowa'u Iptu David Pangaribuan membenarkan telah mengeluarkan surat penetapan DPO kepada terduga pelaku dan berharap agar yang diduga pelaku segera menyerahkan diri.

"Kami sudah ke Gunungsitoli dan ke kediaman yang diduga pelaku, tapi dia tidak ada," tutupnya. (YAMONI)

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama