Bongkar Muat di Pelabuhan BP Batam Terus Tumbuh


 Aktivitas di pelabuhan Batam


BATAM-Badan Usaha Pelabuhan BP Batam mencatat kenaikan volume bongkar muat peti kemas di pelabuhan barang pada semester pertama tahun ini sebesar 18 persen, dari 261.394 TEUs pada semester pertama 2020 menjadi 307.785 TEUs. 


Direktur Badan Usaha Pelabuhan BP Batam, Nelson Idris, mengungkapkan, kenaikan volume bongkar muat peti kemas tahun ini cukup menggembirakan mengingat hampir seluruh sektor lumpuh akibat pandemi Covid-19. 

“Kinerja Pelabuhan Barang di tahun 2021 ini cukup optimis melihat kenaikan volume Bongkar Muat Peti Kemas di Semester I, dibandingkan periode yang sama di 2020,” ujar Nelson di Batu Ampar, Selasa (14/7/2021).

Peningkatan volume bongkar muat peti kemas didominasi kegiatan perdagangan luar negeri, terutama ekspor yang meningkat 36 persen dibandingkan semester pertama tahun lalu, dari 174.543 TEUs menjadi 239.061 TEUs. 

Nelson mengatakan bahwa jumlah kunjungan kapal barang di Semester I ini juga mengalami peningkatan sebesar 1,1 persen dibandingkan periode yang sama di 2020, dari 11.507 Call ke 11.637 Call kapal. Dari sisi GT juga terjadi peningkatan cukup signifikan, yakni sebesar 17,7 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2020, dari 17.695.630 GT ke 20.829.205 GT.

“Hal ini menunjukkan kapal-kapal yang datang ke wilayah Perairan Batam cenderung berbobot besar yang dapat dilihat dari GT kapal. Kita harapkan volume bongkar muat dan arus kapal terus meningkat, sehingga di semester dua nanti kita dapatkan pencapaian yang lebih menggembirakan,” imbuhnya.

Peningkatan volume produksi ini turut berimbas pada pendapatan yang diperoleh Badan Usaha Pelabuhan.  Nelson mengatakan pendapatan di SBU Pelabuhan Barang meningkat 27.9 persen dibandingkan periode yang sama di 2020. “Meski badai Covid-19 masih belum berlalu, namun kami optimis sektor logistik masih terus bergairah demi menopang kebutuhan masyarakat. Kami berharap kinerja di semester dua akan lebih menggembirakan,” lanjut Nelson.

Dikatakan Nelson, kegiatan ship to ship-floating storage unit (STS-FSU) menjadi salah satu fokus Badan Usaha Pelabuhan BP Batam dalam meningkatkan potensi pendapatan negara yang selama ini belum tergarap. Nelson menyebut, ada potensi pendapatan yang luar biasa dari kegiatan Ship to Ship dan Floating Storage Unit tersebut.

"Dalam kegiatan ini, BP Batam melalui unit Badan Usaha Pelabuhan dapat memperoleh penerimaan negara dalam bentuk biaya labuh, bongkar muat dan throughput fee," tandas Nelson. (Veri)




Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama