Kasus Corona di Kabupaten Solok Melonjak, Dua Meninggal

Syofiar Syam

AROSUKA-Kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Solok kembali membludak. Bertambah 28 warga terkonfirmasi dan dua meninggal, sehingga total meninggal sudah mencapai 73 orang.  Sementara pasien yang dinyatakan sembuh juga bertambah 28 orang. 

Total warga yang terkonfirmasi Covid-19 menjadi 2.282 orang, yang terdiri atas karantina mandiri 277, dirawat 28, meninggal 73 dan sembuh 1.904. 

“Pemeriksaan Spesimen sudah dilakukan 20.651 orang, dengan positivity rate (PR) 11,05 persen. PR ini meningkat dari hari sebelumnya yang tercatat 10, 91 persen,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Syofiar Syam, Kamis (22/7/2021) di Arosuka.

Sangat tinggi

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan situasi penularan Corona di Indonesia sangat tinggi. WHO menyarankan pembatasan ketat dilakukan untuk membendung tingginya tingkat penularan.

Imbauan WHO tersebut tertuang dalam Situation Report-64 yang dirilis Rabu (22/7/2021). Situation report ini rutin dirilis setiap pekan oleh WHO. Ini merupakan laporan per 21 Juli 2021.

WHO memaparkan, 32 provinsi di Indonesia mengalami lonjakan jumlah kasus. Sebanyak 17 provinsi di antaranya bahkan mengalami peningkatan hingga 50 persen.

"Selama sepekan, antara 12 hingga 18 Juli, 32 dari 34 provinsi melaporkan peningkatan jumlah kasus, sementara 17 di antaranya mengalami peningkatan kasus yang mengkhawatirkan sebesar 50 persen atau lebih; 21 provinsi (8 provinsi baru ditambahkan sejak minggu sebelumnya) sekarang telah melaporkan varian Delta; dan tes positif proporsinya lebih dari 20 persen di 33 dari 34 provinsi," tulis WHO dalam laporannya.

Berdasarkan data tersebut, WHO menyatakan Indonesia sedang menghadapi tingkat penularan yang sangat tinggi. Oleh karena itu, WHO menyarankan agar pembatasan yang ketat diberlakukan.

"Indonesia saat ini menghadapi tingkat penularan yang sangat tinggi, dan ini merupakan indikasi tentang betapa sangat pentingnya untuk menerapkan pembatasan kegiatan sosial dan penanganan kesehatan masyarakat yang ketat (public health and social measures/PHSM), khususnya pembatasan pergerakan, di seluruh wilayah negara," lanjutnya.

WHO juga menyebut ada enam provinsi di Indonesia yang mengalami lonjakan kasus Corona mingguan hingga lebih dari 150 persen. Banten menjadi provinsi dengan lonjakan kasus tertinggi, mencapai 540 persen.

"Dari jumlah tersebut, enam provinsi mengalami peningkatan lebih dari 150 persen: Banten (540 persen), Sumatera Utara (238 persen), Papua (233 persen), Kalimantan Selatan (196 persen), Jawa Timur (187 persen) dan Jambi (152 persen)," demikian paparan data WHO. (*)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama