Lidi Sawit Pasaman Barat Naik Kelas, Dulu Barang Terbuang, Kini Jadi Uang

 Para perajin lidi sawit



PASAMAN BARAT-Ide kreatif dan kemauan untuk bekerja keras pasti akan membuahkan hasil. Ternyata, lidi sawit mempunyai nilai ekonomis dan menjadi sumber uang. 


Dalam dua bulan terakhir, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Aden Joyo Sidodadi yang bergerak sebagai pengepul lidi sawit dan lidi kelapa hadir di Limau Purut, Jorong Sidodadi, Nagari Kinali, Pasaman Barat. UMKM ini berencana mendaftarkan diri sebagai badan usaha berbentuk koperasi.

Ketua pembina Aden Joyo Sidodadi, Juriawati mengatakan,  selain meraut langsung lidi sawit, komunitas juga menampung dan mengajak warga sekitar usaha meraut lidi sawit. "Hasilnya lumayan," katanya di Kinali, Jumat (9/7/2021).

Tercatat, sudah dua kali mereka menimbang lidi untuk dijual kepada pengusaha. "Sebulan lalu ada sekitar satu ton lidi sawit dijual, hasilnya tambah uang belanja keluarga. Kurang tiga minggu, kami mengumpulkan 512 kilogram lidi sawit dan 21 kilogram lidi kelapa," urainya.

Ia mengungkapkan, awalnya ada keraguan, apa benar lidi sawit laku dijual. Setelah lebaran kemarin mulai mengumpulkan lidi sawit. Pihak pembeli, Ajo Zal datang lagi dan langsung membayar lidi sawit kurang lebih satu ton.

"Sejak itulah, kami memberitahukan khalayak ramai. Sekarang hampir seluruh tetangga meraut lidi sawit, mengisi waktu senggang, dapat uang," jelas Mbak Juri, panggilan akrabnya.

Kabid Promosi dan pemasaran Dinas Koperasi dan UKM Pasaman Barat, Zendra Yenita meninjau komunitas itu. Dia kagum dengan ketekunan emak-emak dan remaja keluarga serta tetangga Juriawati yang meraut lidi sawit.

"Saya salut melihat mereka asyik meraut lidi sawit dengan pisau yang bergerigi. Daun sawit diraut hingga tersisa lidi sawit. Ini solusi ekonomi saat sulit," pungkas Zendra.

Dia memberi apresiasi Sentral Aden Joyo Lidi Sawit Pasbar yang sudah menjalin kerja sama dengan eksportir di Pekanbaru yang difasilitasi Ajo Zal.  "Ke depannya kita usahakan bantuan modal, berupa mesin peraut lidi, semoga terealisasi dari Dinas Koperasi dan UMKM Pasbar," janjinya.

Ajo Syafrizal pengumpul lidi menyampaikan, perusahaan eksportir di Pekanbaru sudah ada yang mengirimkan lidinya. "Kami sudah mendapatkan sekitar enam ton lidi yang akan dikirim ke Pakistan dan India," katanya  

Ajo Zal berpendapat, sejumlah pihak menyambut positif kehadiran usaha ini. Hal tersebut karena lidi yang selama ini dibiarkan kering dan membusuk di kebun dapat dimanfaatkan dengan baik dan juga dapat menambah pendapatan karyawan industri perkebunan yang bersangkutan. 

“Lidi sawit selama ini terbuang begitu saja. Padahal bernilai ekonomis yang bisa diekspor menambah penghasilan. Lidi bisa naik kelas menghidupi keluarga di tengah sulitnya ekonomi di tengah pandemi,” katanya

Sejak 3,5 bulan ini, ia berinisiatif mengumpulkan lidi sawit yang selama ini terpinggirkan dan terbuang begitu saja. Masyarakat bisa mengumpulkan lidi sawit kering dan dihargainya Rp2.000-Rp2.500 per kilogram. “Terpenting lidi sawitnya kering dan tidak hitam atau lapuk dengan ukuran 70 sampai 85 centimeter,” katanya.

Dia telah berhasil mempekerjakan 25 peraut lidi sawit. Rata-rata satu orang meraut lidi dengan manual mampu mengumpulkan 10 sampai 15 kilogram. Satu kilogram lidi rata-rata 250 sampai 300 batang lidi.

Diperkirakan bisa menghasilkan uang Rp150 ribu perminggu dengan kerja sambilan. Apalagi jika sudah menggunakan alat yang bisa mempercepat memisahkan lidi dengan daunnya.

“Usaha ini alternatif penambah penghasilan masyarakat. Jika dikerjakan dalam jumlah besar maka akan mampu meningkatkan penghasilan masyarakat dari lidi sawit,” kata Ajo.

Selain mempekerjakan masyarakat, ia juga menampung lidi masyarakat yang mulai meraut lidi secara manual. “Lidi yang kita terima dengan syarat kering dan tidak rapuh. Kita langsung membayar di tempat,” sebut dia.

Apalagi saat ini permintaan lidi cukup tinggi. Permintaan saat ini 35 ton perminggunya untuk diekspor ke India. Dia menyadari sebagai tahap awal butuh perjuangan untuk menyosialisasikan ke mayarakat tentang nilai ekonomis lidi itu.

Bagi masyarakat yang punya lidi sawit, hubungi 082311721441. "Kami siap jemput minimal 10 kilogram," kata Ajo Zal.  (BOBI)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama