Perkara Debt Collector Segera Tahap Dua

Ilustrasi. (tribunnews)

PASAMAN BARAT-Seorang debt collector yang jadi tersangka dugaan perampasan, belum juga tahap dua. Kasus itu berawal dari pembegalan paksa serta kekerasan yang dilakukan AGS, beserta rekannya sebagai debt collector. Pihak yang jadi korban, Fardi Mubarok, warga Ujung Gading.

Lokasi kejadian itu di sekitaran Simpang Empat, Pasaman Barat. Menurut korban, saat itu dia dalam perjalanan dari Padang menuju Ujung Gading. Ketika korban memasuki kawasan bundaran Simpang Empat, tiba-tiba mobil korban dipepet pelaku. Mobil korban kemudian dihadang oleh debt collector itu kemudian terjadi cekcok yang berujung pembegalan serta kekerasan terhadap korban. Kejadian itu dialami korban pada 21 April 2021. 

Kemudian korban melaporkan perkara pembegalan itu ke Polsek Pasaman didampingi kuasa hukumnya, Sadli Lubis dan kawan-kawan hingga serta terbitnya laporan polisi LP/14/IV/2021/PS/Res-PB/Sek-PSM.

Tidak butuh waktu lama, tim Opsnal Reskrim Polsek Pasaman dengan bekal laporan polisi itu melakukan penindakan terhadap pelaku dan terjadi upaya paksa penangkapan di Batamg Toman yang merupakan kediaman pelaku pada 13 Mei 2021.

Kapolsek Pasaman Iptu Rosminarti membenarkan telah terjadi  pelimpahan perkara ke Kejaksaan Negeri Pasaman Barat. Ketika ditemui, Senin, (14/6/2021) dia menyebutkan, demi tegaknya supremasi hukum, polisi bekerja keras menuntaskan kasus itu.

"Kita tidak akan ada kompromi dengan mereka. Semua itu demi keamanan masyarakat luas dan tetap menjunjung keadilan. Kita kawal perkara ini sampai putusan pengadilan," kata Iptu Rosminarti.

"Kita berharap untuk debt collector jangan pernah main-main dalam penindakan penarikan, apa lagi menggunakan kekerasan. Semua ada prosedurnya," tegas Rosminarti. 


Belum tahap dua

Hingga kini, kasus itu belum juga tahap dua. Masyarakat melihat tersangka masih bebas. Tokoh masyarakat, Nur meminta kasus itu segera dituntaskan. "Janganlah hukum dipermainkan. Berikanlah rasa keadilan pada masyarakat," kata dia, Selasa (6/7/2021) malam.

"Pelaku membegal mobil korban di keramaian, kenapa masalah ini lambat sekali penanganannya," kata dia. 

Pihak Kejaksaan Negeri Pasaman Barat melalui Kasi Pidum Musliyanto menyebutkan, berkas perkara sudah tahap satu sudah P.21. "Kita menunggu dari pihak kepolisian untuk tahap dua (penyerahan tersangka dan barang bukti)," kata Musliyanto.

Kapolsek Pasaman, Iptu Rosminarti yang dikonfirmasi secara terpisah menyebutkan, pihaknya serius menangani perkara ini. "Bukti keseriusan kami, perkara ini telah terbit P-21 tahap satu dan dalam waktu dekat ini kita menyerahkan barang bukti dan tersangka kepada Kejaksaan Negeri Pasaman Barat," katanya. (BOBI)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama