Pj. Wali Nagari Koto Baru Minta Maaf, Ada Apa?

 Warga menjalankan aksi dengan tertib


PASAMAN BARAT-Pj Wali Nagari Koto Baru, Pasaman Barat, Martias minta maaf pada warganya. Dia minta maaf tak bisa menemui  warga yang menolak kehadiran rumah isolasi di nagari yang ia pimpin, Jumat (30/7/2021) malam.

"Mohon maaf, saya ada urusan keluarga di Tanah Datar. Namun, percayalah, aspirasi masyarakat akan dilaksanakan sesegera mungkin," katanya ketika dihubungi lewat telepon genggamnya.

Dikatakan Martias, pihaknya akan mencari tempat isolasi bagi warga yang positif Covid-19 di Nagari Koto Baru. "Pemerintah nagari akan mencari lokasi yang jauh dari pemukiman penduduk," kata dia.

Martias memahami keberatan warga. Dia maklum warga takut terpapar dengan virus itu. "Beri kami waktu. Percayalah, keselamatan masyarakat di atas segalanya," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, masyarakat unjuk rasa menolak rumah isolasi di Kampung V,  Nagari Koto Baru, Jumat (30/7/2021) malam. Rumah isolasi itu memanfaatkan gedung perpustakaan di nagari itu. Perpustakaan itu dijadikan rumah isolasi mandiri bagi masyarakat Nagari Koto Baru, Pasaman Barat yang positif Covid-19.

Pihak kepolisian dari Polsek Pasaman datang ke lokasi begitu mendapat kabar ada warga yang ramai-ramai menolak rumah isolasi. Petugas datang untuk mengamankan lokasi itu serta mencegah kerumunan karena akan berpotensi menjadi klaster penyebaran corona.  

"Kita mendapatkan informasi dari Bhabinkhatibmas tentang ada masyarakat yang melakukan aksi penolakan," kata Kapolsek Iptu Rosminarti. 

Masyarakat menuntut agar rumah isolasi itu dipindahkan dari kampung karena takut akan tertular virus. "Kami menolak rumah isolasi yang berada di pemukiman penduduk yang padat," kata Muklisin, pemuda setempat.

Kapolsek Rosminarti menyarankan janganlah melakukan aksi yang mengundang kerumunan. Jika ada komplain lansung saja hubungi petugas atau instasi yang terkait agar tidak mengundang kerumunan. (BOBI)

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama