Polres Nias Masih Cari Tersangka Penikaman



GUNUNGSITOLI-Polres Nias masih mencari seorang yang diduga telah menikam warga. Tersangka berinisial RZH masih dalam pencarian polisi. Pelaku diminta menyerahkan diri.

Humas Polres Nias, Aiptu Yansen Hulu membenarkan tersangka RZH belum tertangkap atau menyerahkan diri. Sat Reskrim Polres Nias telah menerbitkan surat DPO kepada tersangka.

"Benar, tersangka RZH sampai sekarang belum tertangkap dan tidak diketahui keberadaannya. Sat Reskrim Polres Nias telah melakukan upaya untuk pencarian di kediamannya maupun di tempat-tempat yang patut diduga tersangka berada atau bersembunyi, namun hingga sekarang yang bersangkutan tidak diketahui dan telah diterbitkan DPO (daftar pencarian orang) terhadap tersangka tersebut," katanya, Selasa (6/7/2021).

Yansen mengatakan, Sat Reskrim Polres Nias masih tetap melakukan upaya pencarian dan mengimbau kepada pihak keluarga maupun kepada tersangka menyerahkan diri kepada penyidik. 

Pemuda yang dicari polisi itu warga Jalan Sudirman, Kelurahan Pasar Gunungsitoli, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli. Dia dijadikan tersangka penikaman.

Polres Nias telah melakukan serangkaian proses penyidikan dengan dilakukan penyitaan terhadap barang bukti, melakukan pemanggilan terhadap tersangka bahkan telah dikeluarkan surat perintah membawa, namun tersangka tidak pernah pernah berada di kediamannya. Tersangka tidak lagi diketahui keberadaannya sesuai dengan surat Lurah Pasar Gunungsitoli Nomor :470/386/Kel_Psr/2021, tanggal 14 Juni 2021.

Maka berdasarkan hal itu, Polres Nias menerbitkan DPO dan melakukan pencarian terhadap tersangka sesuai Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) dengan nomor : B/34.C/VI/RES.1.6/2021/Reskrim, tertanggal 28 Juni 2021.

Korban bernama Emanuel Harefa (41), warga Lingkungan V, Sukaramai, Kelurahan ilir, Kecamatan Gunungsitoli. Dia jadi korban penikaman, Senin (8/2/2021), sekira pukul 16.30, tepatnya di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Saombo.

Menurut penuturan korban, dia tidak sengaja bertemu dengan pelaku pada saat itu di depan salah satu kantor notaris. Kemudian korban mendekati pelaku, berhubung karena pelaku memiliki utang terhadap dirinya.

"Saat itu saya langsung mendekatinya dan menanyakan soal utangnya. Dia (pelaku) langsung mengajak saya untuk mengambil uang ke rumahnya," kata korban, Senin (6/7/2021).

Korban mengatakan, dirinya langsung naik kendaraan dan disusul pelaku dari belakang dengan mengendarai kendaraan sendiri dan tiba-tiba saja, dari arah belakangnya, tepat di sebelah kanannya, pelaku menghunuskan pisau yang ada di tangan sebelah kirinya ke pinggang sebelah kanan.

"Seketika saya langsung terjatuh dari sepeda motor dan dia melarikan diri. Untung saja saya sempat dibawa ke rumah sakit, saya mengalami luka tusuk dan dirawat selama satu setengah bulan. Akibat ini, saya hingga saat ini sering menglami rasa ngilu pada bekas tusukannya, dan saya juga meminta agar pelaku segera ditangkap," kata korban.

Ketua DPW LSM Gempita Kepulauan Nias, Sabarman Zalukhu menilai peristiwa ini bukan penganiayaan biasa. "Beruntung saja pada saat itu korban sempat diselamatkan dan dilarikan ke rumah sakit," kata Sabarman Zalukhu.

Dia menduga, ada pihak yang sengaja menyembunyikan dan membantu pelaku melarikan diri, dengan tujuan untuk menghambat proses hukum itu. (YAMONI)

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama