Sementara, Resepsi Pernikahan Dilarang di Padang, Bukittinggi dan Padang Panjang

Tito Karnavian


JAKARTA-Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian merevisi aturan resepsi pernikahan ditiadakan sementara di wilayah yang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali maupun PPKM Mikro pada kondisi darurat (di luar Jawa-Bali) maupun diperketat.

Ketentuan tersebut tertuang dalam Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 19/2021 tentang Perubahan Ketiga Inmendagri Nomor 15/2021 tentang PPKM Darurat Covid-19 serta Inmendagri Nomor 20/2021 tentang Perubahan Inmendagri Nomor 17/2021 tentang PPKM Berbasis Mikro.

"Resepsi pernikahan ditiadakan sementara," demikian bunyi ketentuan itu yang dikutip dari republika.co.id.

Kedua aturan tersebut ditandatangani Tito pada Jumat (9/7). Inmendagri 19/2021 mulai berlaku sejak Sabtu (10/7), sedangkan Inmendagri 20/2021 berlaku mulai Senin (12/7/2021(, tetapi sama-sama berlaku sampai 20 Juli mendatang.

Resepsi pernikahan sebelumnya diperbolehkan dengan dihadiri maksimal 30 orang dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat dan tidak menerapkan makan di tempat. Penyediaan makanan hanya diperbolehkan dalam tempat tertutup dan untuk dibawa pulang.

Kota di Sumbar yang terkena pelarangan sementara resepsi itu, masing-masing Buktitinggi, Padang, dan Padang Panjang. (*)



Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama