Warga Binaan Lapas Gunungsitoli Tes Urine, Ini Hasilnya

 Penyuluhan narkoba bagi warga binaan di Lapas Gunungsitoli


GUNUNGSITOLI-Sebanyak 48 warga binaan kasus narkoba di Lembaga permasyarakatan (Lapas) Klas IIB Gunungsitoli mengikuti penyuluhan serta tes urine dan hasilnya negatif. Hal ini disampaikan Kepala Lapas Gunungsitoli, Soetopo Berutu, Rabu (7/7/2021).

Soetopo Barutu mengatakan, penyuluhan narkoba dan test urine dilaksanakan Selasa (6/7/2021) sebagai bentuk tindaklanjut kerjsama yang baik dengan BNN Kota Gunungsitoli guna memastikan upaya pembinaan dan pengawasan yang dilakukan selama ini.

"Kami tidak bosan-bosan mengingatkan seluruh warga binaan agar benar-benar sadar dan mau mengubah pengalaman buruk, pahit masuk di Lapas sebagai cambuk untuk memperbaiki hidup di masa depan. Masa depanmu masih ada, kesempatan itu mesti diraih niscaya hidupmu akan bahagia menjadi manusia yang mandiri," katanya.

Dijelaskannya, penyuluhan dan tes urine ini diselenggarakan secara mendadak supaya warga binaan dan petugas Lapas tidak mengetahui dengan tujuan agar mendapatkan hasil yang baik serta ingin memastikan apakah anggota Lapas benar benar bersih dari pengunaan narkoba.  

"Kami ingin membuktikan sekaligus menepis image lapas sebagai pengendali narkoba di Indonesia itu bisa kita bantahkan tidak selalu benar dan kita ingin buktikan kembali ditahun ini seperti test urine tahun yang lalu bersama BNNK," ujarnya.

Ada 48 warga binaan narkoba yang sudah dilakukan tes urine dan hasilnya negatif. Sedangkan, warga binaan yang kasus pidana umum dan petugas lapas akan dilaksanakan test urine setelah selesai semua.

Tim medis yang terlibat dalam hal ini kolaborasi BNN dan tim medis lapas, test urine ini mengunakan sarana milik Lapas bantuan droping dari kantor pusat Direktorat Jenderal Pemasyarakatan tabung.

Soetopo Barutu sangat puas dengan hasil negatif ini dengan membuktikan warga binaan dan petugas lapas tidak memakai narkoba. Lapas bebas bisa mempertahankan keberhasilan program bersinar, bersih narkoba, seperti slogam BNN saat ini. 

"Lapas ini bisa bersih zero narkoba karena itu semua berkat niat dan komitmen warga binaan benar-benar telah berubah menjadi orang yang taat, patuh dengan peraturan yang kami berikan melalui program pembinaan terutama pembinaan rohani. Namun, Kami tetap komitmen melaksanakan tugas pengamanan, Pelayanan,  pengeledahan barang masuk dan razia rutin dalam mencegah masuk barang narkoba dan berbahaya lainnya," katanya.

Kepala BNNK Kota Gunungsitoli Kompol Arif Zega menyampaikan rasa berimakasih banyak atas kerjasama dengan lapas untuk kedua kalinya dalam melaksanakan penyuluhan dan test urine bagi warga binaann. Dia berpesan kepada seluruh warga binaan terlebih-lebih bagi warga binaan kasus narkoba agar benar-benar sadar diri dengan derita ini. (YAMONI)

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama