LSM Sesalkan Layanan dari Warga Bercelana Pendek dan Tanpa Alas Kaki di Kantor Pemerintahan

Kantor yang didatangi LSM di Nias



NIAS
-Bila berurusan ke kantor pemerintahan pada jam kerja, idealnya berpakaian rapi. Menggunakan celana panjang, berkemeja dan bersepatu sudah menjadi standar minimal. Ada batasan cara berpakaian yang mesti dihormati. Sebuah LSM di Nias menyayangkan pelayanan yang didapat ketika mendatangi kantor pemerintahan.


Ada yang berbeda di kantor B2PJN (Balai Besar Pengelola Jalan Nasional) PPK 3,5 Pewakilan Kepulauan Nias di Jalan Supomo, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, Senin (30/8/2021). Ada yang warga mengaku kontraktor dan hanya menggunakan celana pendek serta tak pula memakai alas kaki. Walau mengaku kontraktor, namun dia menerima surat LSM yang ditujukan ke kantor tersebut. 

Pemandangan kurang lazim di kantor pemerintahan itu, diketahui setelah LSM mendatangi kantor tersebut untuk mengantarkan surat. Pihak LSM yang mengantar surat diterima oleh pria tak bercelana pendek dan tanpa alas kaki itu. 

Kepada warga, pria itu mengaku kontraktor. Dia menyebut nama sebuah PT. Padahal, pria yang dengan inisial BP itu, dikenal sebagai pensiunan di kantor tersebut.

Ketika ditanya wartawan, soal perlakuan istimewa di kantor itu, BP mengelak. Dia menghindar wartawan. Harus diakui, persoalan ini sepele saja, soal kepatutan penampilan di kantor pemerintahan pada jam dinas.

Kantor atau rumah pribadi?

Ketua  DPD IPK Kabupaten Nias, Arlianus Zebua menyayangkan pelayanan dari warga yang bercelana pendek dan tanpa alas kaki itu, sementara pada saat sama, para tamu datang dengan berpakaian rapi dan sopan.

Arlianus Zebua mempertanyakan, tempat yang ia datangi apakah kantor atau rumah pribadi.  "Kalau kantor, mengapa tidak ada papan pengenal kantor B2PJN (PPK 3,5) Perwakilan kepulauan Nias yang menangani beberapa pekerjaan jalan nasional," katanya. (YAMONI)

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama