Lelah dengan Urusan Sengketa, Perusahaan Minta Pemkab Pasaman Barat Menengahi

Marihot Sitompul

PASAMAN BARAT-Aksi masyarakat yang menuntut hak pada perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di Pasaman Barat sepertinya menjadi persoalan berulang. Pihak perusahaan mengklaim urusan dengan masyarakat terkait lahan sudah selesai. Sebaliknya, masyarakat menilainya belum.


Perbedaan sudut pandang yang kerap melahirkan demo. Dua pihak merasa paling benar. Konflik lahan bahkan berulang-ulang. Perusahaan ingin tenang berusaha. Mereka lelah dan berharap pemerintah kabupaten menengahi. Antara perusahaan dan masyarakat harus sama-sama nyaman.

Salah satu perusahaan yang mengaku mengalami kerugian akibat ada aksi masyarakat adalah salah satunya anak perusahaan Wilmar Group, Permata Hijau Pasaman I (PT.PHP I)  yang berada di Kecamatan Sasak Ranah Pesisir, Pasaman Barat. 

"Kalau ada aksi masyarakat, kita mengalami kerugian. Kalau dihitung kerugian itu bisa miliaran," kata Dvisi Manager PT PHP I,  Marihot sitompul

Marihot Sitompul menyampaikan, dalam aksi masyarakat, bahkan terjadi penghalangan untuk penanaman sawit.  "Kami berharap ke pemerintah daerah agar ikut serta menengahi permasalahan ini. Banyak warga Pasaman Barat yang bekerja dengan kami," katanya.

Pihak perusahaan, kata Marihot, terpaksa akan menempuh jalur hukum guna menghindari kerugian yang lebih besar lagi.

Sementara itu, masyarakat masih berdiam diri di lokasi. Warga merasa dibodohi pihak perusahaan. "Kita menuntut keadilan, kami meminta agar HGU itu kembali diulang serta melengkapi ninik mamak serta datuk yang sah sebagai penerima hak, " ucap Rangkayo Basa sebagai pemangku adat 

Namun perusahaan membantah jika disebut telah membodohi masyrakat. "Penyerahan HGU di 2004 itu masih sah, namun memang ada pembaharuan  di 2014. HGU perusahaan itu masih sah di mata hukum. Selain itu kami selalu diaudit oleh pihak RSPO Pusat setiap tahunnya," ucap Marihot Sitompul. (BOBI)

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama