Mulai 1 September, Pesta Pernikahan Dilarang di Pasaman Barat


Wakil Bupati Pasaman Barat pimpin rapat evaluasi pelaksanaan PPKM. 

PASAMAN BARAT-Wakil Bupati Pasaman Barat Risnawanto meminta camat dan wali nagari untuk mensosialisasikan kembali Surat Edaran PPKM kepada masyarakat. Terutama aturan resepsi pernikahan atau hajatan yang saat ini masih berlangsung di masyarakat. 


"Camat dan wali nagari tolong sosialisasikan lagi tentang pesta resepsi pernikahan ini kepada masyarakat kita. Terhitung 1 September nanti pesta pernikahan tidak diperbolehkan lagi," tegas Risnawanto.

Hal tersebut disampaikan Risnawanto saat rapat evaluasi PPKM dengan Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di auditorium kantor bupati setempat, Kamis (19/8). 

Rapat dilakukan untuk mengevaluasi dan melihat sejauh mana penerapan PPKM di Pasaman Barat. Hadir dalam rapat itu, pihak kepolisian, TNI, Kajari, Kemenag , OPD, camat, serta stakeholder terkait lainnya. 

Ia menyebutkan, untuk nikah masih dibolehkan dengan kapasitas 10 orang sesuai dengan surat edaran Kementerian Agama. Selanjutnya, protokol kesehatan harus ditegakkan di berbagai  tempat yang berpotensi menimbulkan keramaian, seperti pasar dan lainnya. 

"Dalam surat edawan PPKM, untuk pelaksanaan kegiatan sosial kemasyarakatan ditutup atau ditiadakan untuk sementara waktu sampai dinyatakan aman berdasarkan penetapan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat," jelasnya.

Kegiatan yang ditiadakan atau ditutup itu, lanjutnya wabup, kegiatan pada fasilitas umum, taman, tempat wisata atau area publik lainnya. Kegiatan seni, Kegiatan olahraga atau pertandingan olahraga. Kegiatan resepsi pernikahan dan hajatan serta pertemuan yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan.

"Aturan itu sampai sekarang masih kita berlakukan," kata Risnawanto. (*)

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama