Penarikan Kendaraan Berujung di Meja Hijau

 Sidang perdana kasus penarikan kendaraan di Pengadilan Negeri Pasaman Barat


PASAMAN BARAT-Terdakwa debt collector dari sebuah lembaga pembiayaan serta karyawan menjalani sidang perdana  di Pengadilan Negeri Pasaman Barat.

Hal itu dibenarkan Ketua Pengadilan, Bayu Soho Rahardjo melalui Humas Pengadilan Warman Priyatno.  "Mereka menjalani sidang pertama terkait tindak pidana," ungkapnya,  Selasa (3/8/2021).

Perkara ini berawal dari penarikan mobil secara paksa debt collector Agus beserta teman-temannya yang mengatasnamakan perusahaan terhadap Fardi, pemilik mobil.

Dalam peristiwa itu, debt collector sempat melakukan kekerasan terhadap korban dan mengucapkan hal tidak pantas terhadap profesi pengacara.

Pelaporan awal dilakukan oleh kuasa hukum korban pihak korban ke Polsek Pasaman.  Dalam sidang pertama, jaksa penuntut umum membacakan dakwaan terhadap terdakwa.  "Terdakwa melanggar Pasal 368 ayat (2) KUHP, atau kedua melanggar pasal 365 ayat (2) ke 2 KUHP,"  kata jaksa penuntut umum, Ibnu Suhada.

Terdakwa masih dalam tahanan kota karena mengupayakan penangguhan penahanan. Hal itu dibenarkan Humas Pengadilan Negeri, Warman Priyatno. "Iya benar, penahan dalam kota," ucapnya .

Kuasa hukum dari korban, Fardi Mubarok, Adma Satli Lubis berharap dengan diprosesnya perkara ini agar menjadi contoh yang baik bagi para oknum debt collector agar tidak semena-mena menarik kendaraan debitur. "Semua ada prosedur hukumnya," ucap Adma Satli Lubis. (BOBI)

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama