Rumah Isolasi Ditambah, Masyarakat di Pasbar Jangan Mau Dihasut

 Rapat koordinasi membahas rumah isolasi.


PASAMAN BARAT-Jajaran pemerintahan adakan rapat koordinasi terkait penolakan kehadiran rumah isolasi bagi pasien Covid-19 di Pasaman Barat. Kejadian beberapa hari lalu jangan terulang lagi.


Rapat dilaksanakan Senin (2/8/2021). Pertemuan itu membahas penolak rumah isolasi dengan memanfaatkan perpustakaan di Nagari Koto Baru.

Acara ini dihadiri Wali Nagari Koto Baru Matrias, Kadis Pemberdayaan Nagari dan Masyarakat, Etris, Danramil Kapten Kav Sumidi, Kapolsek Pasaman Iptu Rosminarti, Ketua Bamus Nagari Koto Baru, Rozi Ahmadi, jajaran Camat Luhak Nan Duo dan perwakilan Dinkes Pasaman Barat, Ike Efriyanti.

Etris menegaskan, penularan Covid-19 itu tidak bisa melalui udara dan hanya bisa melalui sentuhan. "Masyarakat jangan takut, sebab virus ini hanya menularkan melalui sentuhan atau air liur," ucapnya. 

Kasi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan, Ike efrinayanti membenarkan keterangan Etris itu. "Virus Covid-19 itu hanya bisa menular melalui sentuhan dan hanya bisa bertahan di benda hidup dan bernyawa," ucapnya 

Ike Efrinayanti menyebutkan, jika tubuh mempuyai imunitas yang stabil hanya butuh waktu 14 hari bisa sembuh dari serangan virus itu.

Etris menegaskan, rumah isolasi di Nagari Koto Baru akan disterilkan dan akan menambah rumah isolasi di Balai Latihan Kerja milik Pemerintah Kabupaten Basaman Barat.

Guna kenyamanan dan ketentraman masyarakat di sekitar balai latihan kerja yang berada di Jorong Giri Maju itu, Etris akan menjumpai tetua dan tokoh masyarakat untuk memberikan pemahaman akan pentingnya rumah isolasi tersebut.

Etris menyampaikan, jika nantinya anggaran nagari kurang memadai, maka wali nagari bisa mengajukan penambahan anggaran saat perubahan APBD. 

Danramil beserta kapolsek menegaskan, bagi masyarakat harus berpikir jernih dalam menilai rumah isolasi itu. "Kami berharap atas nama penegak hukum agar masyarakat tidak mau dihasut oknum tertentu tentang rumah isolasi. Kami berharap kepada masyarakat agar berpikir dengan jernih," tutup mereka. 

Diberitakan sebelumnya, masyarakat unjuk rasa menolak rumah isolasi di Kampung V,  Nagari Koto Baru, Jumat (30/7/2021) malam. Rumah isolasi itu memanfaatkan gedung perpustakaan di nagari itu. Perpustakaan itu dijadikan rumah isolasi mandiri bagi masyarakat Nagari Koto Baru, Pasaman Barat yang positif Covid-19.

Pihak kepolisian dari Polsek Pasaman datang ke lokasi begitu mendapat kabar ada warga yang ramai-ramai menolak rumah isolasi. Petugas datang untuk mengamankan lokasi itu serta mencegah kerumunan karena akan berpotensi menjadi klaster penyebaran corona.  "Kita mendapatkan informasi dari Bhabinkhatibmas tentang ada masyarakat yang melakukan aksi penolakan," kata Kapolsek Iptu Rosminarti. 

Masyarakat menuntut agar rumah isolasi itu dipindahkan dari kampung karena takut akan tertular virus. "Kami menolak  rumah isolasi yang berada di pemukiman penduduk yang padat," kata Muklisin, pemuda setempat.

Pj Wali Nagari Koto Baru, Martias dihubungi melalui via telepon menyampaikan, pihaknya akan memenuhi tuntutan masyarakat untuk memindahkan rumah isolasi itu ke tempat yang tidak padat penduduknya.

"Insya Allah, saya akan melaksanakan tuntutan masyarakat memindahkan rumah isolasi mandiri yang berada di perpustakaan nagari, tapi beri kami waktu untuk mencari tempat yang layak," sebut Martias. 

Dia meminta maaf kepada masyarakat Nagari Koto Baru, tidak bisa hadir menemui warga yang menolak rumah isolasi. 

Kapolsek Rosminarti menyarankan janganlah melakukan aksi yang mengundang kerumunan. Jika ada komplain langsung saja hubungi petugas atau instasi yang terkait agar tidak mengundang kerumunan.  (BOBI)

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama