Wali Kota Pariaman Minta Tol Dilanjutkan

 Wali kota dialog dengan Cak Imin


KOTA PARIAMAN-Wali Kota Pariaman, Genius Umar berdialog dengan Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar. Kegiatan berlangsung secara daring dalam roadshow politik kesejahteraan, dengan tema Gus Muhaimin Mendengar di ruang kerja wali kota, Kamis (26/8/2021)

Gus Muhaimin atau Cak Imin, pria kelahiran Jombang, Jawa Timur, 24 September 1966 silam menyapa masyarakat dan kepala daerah di Sumatera Barat.

Genius Umar meminta agar pembangunan jalan tol Pekanbaru-Sumatera Barat, dapat kembali dilanjutkan, karena pembangunan ini nantinya Kota Pariaman akan sangat diuntungkan, ungkapnya.

"Di bidang pendidikan, kami mempunyai program wajar (wajib belajar) 12 tahun, pemerintah membiayai pendidikan dari SD sampai SMA/SMK. Harapan lama sekolah di Kota Pariaman 14,54 tahun serta rata-rata lama belajar 10,59 tahun, dengan angka melek huruf 99,58 persen," jelasnya.

Guna menunjukkan komitmen pemko di bidang pendidikan, bukan hanya sampai tamat SMA/SMK saja, tetapi juga menggratiskan bagi warganya untuk menempuh jenjang perguruan tinggi (PT) dalam program sagasaja (satu keluarga satu sarjana). "Kita menguliahkan anak dari keluarga kurang mampu, pada PT yang ditunjuk atau bekerjasama dengan kita," terangnya.

Pemko juga menyerahkan KIP (Kartu Indonesia Pintar). "Kita serahkan untuk pelajar yang kurang mampu, untuk membeli buku atau sarana belajar lainya, tetapi jumlahnya terbatas, terkait keterbatasan anggaran yang kita punya, untuk itu agar KIP ini hendaknya dapat ditambah oleh Cak Imim," tukasnya.

Untuk pembiayaan sendiri, pemko berkolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari APBD, Baznas dan CSR perbankan/BUMN/BUMD di Pariaman. "Setiap tahun, ada 100 anak yang kita kuliahkan sejak dimulai pada 2018 lalu. Sekarang naik menjadi 200 orang, dan kita kewalahan untuk itu, karena itu, pada momen ini, kami meminta agar Gus Muhaimin bisa membantu pembiayaan untuk sagasaja ini," katanya.

Kondisi pandemi Covid-19 ini, kata Gus Muhaimin, mengakibatkan semua anggaran tersedot untuk penanganan pandemi dan pemerintah sudah pada level kesulitan untuk mengatur pembiayaan. "Tentu akibat yang lebih parah adalah krisis ekonomi, mandeknya seluruh aktivitas ekonomi, apalagi ketika ada PSBB dan PPKM," terangya.

Gus Muhaimin mengatakan pola pembangunan harus diubah, tidak hanya mengandalkan pemerintah atau negara saja, tetapi melibatkan semua pihak dan seluruh pemerintah daerah dan potensi yang ada.

"Pasca pandemi ini, bangsa Ondonesia, kita semua harus benar-benar mampu melibatkan semua kekuatan untuk bersama-sama maju, mengubah dan memperbaiki keadaan dengan cepat itu perlu keterlibatan semua kelompok strategis dalam pembangunan. Itulah yang disebut pembangunan inklusif, politik kesejahteraan yang inklusif itu yang kita dorong, ada perubahan dan tata kerja yang baru," tuturnya.

Gus Muhaimin akan menyampaikan kepada pusat tentang permintaan wali kota, bagaimana untuk pembangunan tol Pekanbaru-Sumbar dapat diteruskan.  (J/aa)

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama