Dion Prastama Gulo, Manusia Karet di Kepulauan Nias

 Dion (tengah) bergerak lentur


NIAS-Namanya Dion Prastama Gulo. Usianya 6,5 tahun. Dia dijuluki si manusia karet. Pergerakannya lentur. Bagaikan tak bertulang. Kaki, tangan dan bagian tubuh lainnya bisa bergerak lentur. 

Dalam bulan ini, Dion Prastama Gulo viral di media sosial, terutama Facebook. Ada warga yang menyebut Dion Prastama Gulo sebagai anak ajaib.

Ia bisa menekuk badannya hingga pose yang paling ekstrim sekalipun. Tubuhnya sangat lentur dengan melakukan gerakan menekuk tubuhnya ke belakang hingga kepalanya memasukkan ke dalam secara utuh dengan dada dijadikan sebagai alas.

Dion Prastama Gulo merupakan anak ketiga dari pasangan Andrianus Gulo dan Masnia Waruwu. Keluarga itu tinggal di Desa Saitagaramba, Kecamatan Sogaeadu, Kabupaten Nias, Sumatera Utara.

"Selama ini saya dijuluki sebagai manusia karet karena tubuh paling lentur yang baru terkenal di wilayah kepulauan Nias," ungkap Dion, Jumat (17/9/2021).

Dijelaskan Dion, kemampuan bergerak lentur itu ia dapatkan ketika menonton film kungfu di layar televisi milik tetangga, lima tahun lalu. Kemudian,  dia mulai melatih kelenturan tubuh sebagaimana layaknya manusia karet (Daniel) di YouTube. 

"Saat itu, saya benar benar fokus kalau nonton film kungfu. Setelah menonton, langsung meniru atau memperagakan gerakannya di lapangan atau di lantai rumah dan mulai dari situlah tubuh saya bisa memutar ke segala arah," tutur Dion. 

Dion mengaku, tidak pernah merasakan sakit di bagian tubuhnya saat melakukan aksinya dan tidak merasa nyaman jika tidak melakukan latihan. "Saya merasa senang karena memiliki keahlian yang luar biasa yang tidak bisa di tiru orang lain," ungkapnya.

Andrianus Gulo menjelaskan, Dion setiap hari latihan kungfu dengan menyerap jurus dari konten Youtube yang dilihatnya. Terkadang, dinding rumah kena tendang atau tinju Dion dengan melakukan salto. Selain itu, Dion juga sering mendesak agar alat-alat latihannya supaya dilengkapi dan ia akan meniti karir dengan menjadi petarung di ring.

"Anak saya menginginkan HP android dan meminta alat seperti samsak tinju dan stick barbel serta alat pelindung lainnya tapi apalah daya tak bisa sanggup untuk membelinya karena keterbatasan ekonomi. Oleh karena itu, saya meminta support dari pemerintah daerah agar talentanya ini berkembang ke depan," kata Andrianus.  (YAMONI)


Bocah itu bisa bergerak seperti ini





Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama