Pengaduan Ditolak, Kuasa Hukum Menghormati


Abdullah teradu di BPSK Batam didampingi kuasa hukumnya Filemon Halawa menunjukan putusan BPSK Kota Batam yang menolak aduan Budiaro Gea sebagai pengadu/penggugat.


BATAM-Pengaduan Budiaro Gea di Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Batam, ditolak.  Putusan arbitrase bernomor perkara 014/PK-ARB/BPSK/VI/2021 tertanggal 31 Agustus 2021 tersebut dibacakan tiga majelis. 

Ketua Majelis, Demi Hasfinul Nasution, anggota Fachry Agusta dan Agustri Sumardhy dengan panitera Al Harifsyah.  "Menyatakan gugatan pemohon/penggugat tidak dapat diterima," demikian amar putusan yang dibacakan majelis tersebut. 

Kuasa Hukum Abdullah, Filemon Halawa mengapresiasi putusan tersebut. "Kita hormati putusan Itu," kata Filemon Halawa, Selasa (7/9/2021) saat ditanyai wartawan. 

Leo Halawa menceritakan, awal mula masuk gugatan/aduan Budiaro Gea terkaiat pembelian lahan milik kliennya Abdullah yang terletak di Kaveling Sambau Nongsa Batam. 

"Sebenarnya uang itu untuk biaya operasional pematangan lahan karena menurut keterangan klien kami, lahan itu berupa hibah. Tapi yang namanya dimatangkan untuk fungsikan butuh biaya operasional. Tentu berbicara soal uang," ujar Leo Halawa. 

Tambah Leo Halawa, surat-surat tersebut telah dimohonkan ke BP Batam saat ini untuk dilanjutkan ke BPN Kota Batam.  "Jadi klien kami bukan main, dan bukan nipu. Memang sedang diajukan pengurusan dokumennya. Yang namanya pengurusan butuh proses. Nah mungkin Pak Budiaro Gea tidak sabar, makanya gugatan ke BPSK dibuat," kata dia. 

Bahkan, lanjut Leo, sebagai bentuk keseriusan kliennya, pihak BP Batam dan BPN Kota Batam sudah turun ke lokasi untuk pengecekan fisik sekaligus pengukuran lahan. "Sudah dilakukan pengukuran. Jadi sekali lagi, bukan tipu-tipuan," ujarnya. 

Leo  Halawa juga menyayangkan sikap Budiaro Gea yang mengatakan di beberapa media kliennya melakukan penipuan. Padahal kata dia, saat itu sedang proses di BPSK. "Maka untuk itu, mari sama sama menghormati putusan BPSK itu.  Kami juga menyayangkan sikap itu kepada klien kami dicap penipuan seperti di Facebook milik akun Budi Gea," kata Leo. 

Abdullah masih mempertimbangkan akan mengambil langkah hukum atas dugaan pencemaran nama baik melalui media sosial. "Kami lihat dulu. Nanti saya koordinasi dengan Pak Leo Halawa selaku kuasa hukum saya. Intinya, kami diganggu ya sama sama kita buat laporan," ujar Abdullah. (VG) 


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama