Polda Riau Ungkap Sabu Jaringan Internasional


 Kapolda berikan keterangan pers terkait pengungkapan kasus sabu


PEKANBARU - Aparat kepolisian dari Subdit I Ditresnarkoba Polda Riau, kembali melakukan pengungkapan narkotika jenis sabu dalam jumlah besar. Sebanyak 81 kilogram sabu dan dua tersangka berhasil diamankan petugas di Pekanbaru.

Pengungkapan itu berawal dari informasi yang diperoleh Subdit I Ditresnarkoba Polda Riau, Jumat (1/10/2021), adanya jaringan narkotika internasional Aceh-Riau yang sedang berada di Pekanbaru.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Kasubdit I Ditresnarkoba, AKBP Hardian bersama Tim Opsnal melakukan penyelidikan dan mendapati informasi seorang pria berinisial AS (52), yang dicurigai petugas sebagai pelaku peredaran narkotika.

Setelah AS diamankan, petugas menemukan percakapan melalui voice note menggunakan bahasa daerah di handhone AS terkait transaksi narkotika. Kemudian pada Selasa (12/10/2021), tim menggeledah rumah kontrakan AS yang berada di Jalan Swadaya Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru.

Di dalam rumah kontrakan itu, tim menemukan 32 bungkus sabu yang disimpan dalam kotak rokok. AS mengakui narkoba itu milik seseorang yang bernama Agam, seorang WNI di Malaysia.

Dari penangkapan AS, tim langsung melakukan pengembangan, dan didapat satu orang lainnya yang bekerjasama dengannya, seorang wanita yang berinisial HS (47 tahun).

Tim sempat kesulitan mencari HS karena handphone HS dimatikan, namun akhirnya upaya pencarian tim opsnal membuahkan hasil, HS berhasil ditangkap pada sebuah hotel di simpang tiga Bandara.

Kemudian interogasi terhadap HS, Tim mendapati kunci rumah yang kemudian diakui itu kunci rumah yang dipergunakan menyimpan sabu. Kemudian Tim Opsnal melakukan penggeledahan sebuah rumah kontrakan di jalan Pasir Mas Pekanbaru dan mendapatkan barang bukti 49 kilogram sabu.

Kapolda Irjen Agung Setia Imam Effendi jumpa pers di lokasi kejadian dikontrakan jalan Swadaya, Minggu (17/10/2021), didampingi Direktur Resnarkoba Kombes Victor Siagian, Kabid Humas Kombes Sunarto, Kabid Propam Kombes Gatot Sudjono serta Camat dan perangkat kelurahan setempat mengatakan pengungkapan jaringan narkoba internasional yang dikendalikan oleh seorang WNI di Malaysia dan seorang narapidana di Tangerang.

“Ini jaringan internasional yang memasukkan barang dari Malaysia, dikendalikan Agam, WNI di Malaysia,” dan jaringan AS, HS dan Agam ini dikendalikan oleh seorang narapidana yang berada di Lapas Tangkerang, bernama Abu,” papar Kapolda Irjen Agung.

“Narkoba ini nantinya akan diedarkan di wilayah Pekanbaru, Jambi, Sumatra Selatan atau Palembang, dan Jakarta,” sambungnya.

Agung menegaskan, Polda Riau tidak akan pernah berhenti dan akan terus memburu pelaku pengedar narkoba yang mencoba melakukan aksinya diwilayah Riau, seraya mengajak kebersamaan semua pihak dalam pemberantasan narkoba. (ES)




Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama