WNA Diduga Dalangi Aksi Skimming ATM di Jateng


 Kapolda Jawa Tengah


SEMARANG - Kepolisian Daerah Jawa Tengah mengungkap identitas seorang WNA asal Turki menjadi terduga dalang sindikat pencurian dengan modus skimming kartu ATM yang merugikan korbannya hingga ratusan juta rupiah.

"Hasil koordinasi dengan Ditkrimsus, WNA tersebut berinisial DK  (46). Dia sudah ditahan Lapas Krobokan, Bali," ungkap Kapolda Jateng melalui Kabidhumas, Kombes M Iqbal Alqudusy, Jumat (22/10/2021).

M Iqbal menjelaskan, DK merupakan residivis atas sejumlah kasus skimming mesin ATM di beberapa tempat sebelum akhirnya ditangkap Polda Bali. 

"DK pernah ditangkap saat akan memasang alat skimming berupa deep skimming pada sebuah mesin ATM di Bali sekitar Juli 2020," ungkap M Iqbal.

Polda Jateng menggelar jumpa pers terkait keberhasilan Ditkrimsus Polda setempat mengungkap kasus skimming yang membobol rekening 35 nasabah sebuah bank pemerintah, Selasa (19/10/2021).

 Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi dalam jumpa pers mengatakan, dua pelaku berinisial AS (38) dan AIS (46), warga Kota Malang, Jawa Timur memiliki peran sebagai pemilik rekening penampung uang hasil curian melalui skimming tersebut.

Menurut Kapolda, pengungkapan tindak pidana tersebut bermula ketika Bank BRI menerima laporan dari 35 nasabah yang uang di rekeningnya berkurang. Para nasabah tersebut, kata dia, diketahui pernah melakukan transaksi di sebuah mesin ATM di wilayah Slawi, Kabupaten Tegal.

"Dari penelusuran rekaman CCTV di mesin ATM yang dimaksud diketahui ada pemasangan alat skimming oleh dua orang yang tidak diketahui identitasnya," kata Irjen Ahmad Luthfi.

Kapolda menjelaskan,  berdasar hasil penelusuran diketahui aliran uang kepada kedua tersangka yang diketahui telah membuka rekening yang diduga digunakan sebagai tempat penampungan. Total kerugian 35 nasabah yang dibobol rekeningnya tersebut mencapai Rp202 juta.

"Kerugian 35 nasabah tersebut sudah diganti pihak bank, sehingga kerugian yang dialami mencapai Rp202 juta," tegasnya. (SAS)




Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama