Desa Tuhegeo II, Kampung Tertinggal di Kota Gunungsitoli


 Jalan tanah di Desa Tuhegeo II, Gunungsitoli


GUNUNGSITOLI-Desa Tuhegeo II berada di wilayah Kota Gunungsitoli, Kepulauan Nias, Sumatera Utara. Dalam bayangan banyak orang, yang namanya kota, identik dengan kemajuan. Paling tidak, fasilitas dan infrastuktur jauh lebih memadai.


Namun, itu tak berlaku bagi Desa Tuhegeo II. Walau secara administratif berada di wilayah kota, tapi warga merasa tinggal di daerah pedalaman. Sebab, wilayah itu belum terjangkau pembangunan.

"Sebenarnya, kami memang merasa kurang cocok disebut warga Kota Gunungsitoli karena kami orang pedalaman. Apalagi, desa kami sudah jauh tertinggal dibandingkan dengan desa-desa lain," ungkap seorang warga di sana, Minggu (28/11/2021).

Dikatakannya, sejak Indonesia merdeka, desa itu belum banyak dapat alokasi proyek pembangunan dari APBD. Fasilitas yang dibangun di desa masih mengandalkan dana desa. Anggaran dana desa itu juga terbatas, sehingga tak banyak yang diperbuat.

Selain infrastruktur pembangunan, aliran listrik PLN juga belum masuk. Kalau matahari sudah terbenam, maka desa itu akan gelap gulita. "Kami sangat mengharapkan bantuan dari Pemerintah Kota Gunungsitoli dan pemerintah pusat serta pemerintah provinsi untuk memperhatikan kondisi desa kami. Jika hanya mengharapkan dana desa, gerak pembangunan Desa Tuhegeo II akan lambat, bahkan bisa jalan di tempat," kata warga itu.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli, Kurnia Zebua datang ke desa itu. Dia datang setelah mendapat kabar ada guru ASN yang tak rutin mengajar di  SDN 071077 Madolaoli.

Kepala dinas kaget dan heran karena wilayah tersebut belum tersentuh pembangunan. Dia kaget melewati jalan desa penuh lumpur dan susah dilewati. Dijelaskan kepala dinas, saat berkunjung ke sekolah itu, kendaraan roda dua tak bisa masuk sampai ke lokasi. Kendaraan roda empat dan terpaksa ditinggal di kebun karet. "Saat itu kendaraan kami tinggalkan di ujung batu onderlakh. Setelah itu, tak ada lagi batunya, jalan betul-betul tanah," sebutnya.  

Kepala Dinas PUPR diminta warga jalan-jalan ke desa itu, sehingga bisa menjadikan Desa Tuhegeo II bisa jadi daerah prioritas dalam pembangunan infrastruktur. Warga desa itu berhak untuk maju dan mendapatkan kesempatan yang sama dengan daerah lain dalam pembagian kue pembangunan. (YAMONI)



Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama