Dua Oknum Guru ASN di Gunungsitoli Dinanti Murid, Tolonglah Datang Mengajar



GUNUNGSITOLI-Banyak masalah di dunia pendidikan. Mulai dari akses interet, kekurangan buku, minimnya tenaga pengajar dan sebagainya. Lain pula persoalan di desa pelosok atau terpencil. 

Seperti halnya, di SDN 071077 Madolaoli, Desa Tuhegeo II, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara. Ada dua guru yang dinanti murid, maupun para guru lainnya. Sebab, guru yang berstatus ASN itu, jarang masuk. Komite sekolah mengakui dua guru yang jarang masuk itu. Bahkan, komite sudah sering menyampaikan ke pihak sekolah.

Ke mana dua guru tersebut? Bisa saja sakit, ada urusan bisnis, atau menambah ilmu untuk diajarkan ke murid? Entahlah! Hanya dua oknum guru itu yang tahu. Dua guru itu seolah pergi tanpa pamit, sehingga membuat warga sekolah jadi bertanya-tanya.

"Kalau sakit tolong sampaikan, biar kami lihat," kata seorang guru. 

"Kalau tak mau di daerah terpencil, urus pindah ke sekolah di kota," kata dia menambahkan.

Di sekolah itu, ada dua oknum guru, EH dan HZ yang dikeluhkan guru lainnya. Sebab, dua guru itu jarang melaksanakan kewajiban mengajar. Dua guru itu membuat tenaga pengajar lainnya cemburu. Ketika mereka kerja keras, ada guru lain yang berstatus ASN malah tak menjalankan kewajiban sebagaimana mestinya.

"Oknum guru itu jarang mengajar, namun menerima gaji rutin setiap bulan," ucap warga sekolah, YL kepada wartawan, Sabtu (20/11/2021).

Dikatakannya, dua oknum guru itu, sering tidak  mengajar. Bahkan, kadang hanya tujuh hari dalam sebulan untuk hadir di sekolah. Parahnya lagi, EH hampir setengah tahun belum masuk mengajar.

"Andaikan benar-benar disengaja tanpa ada sebab yang menguatkan, tindakan hukuman disiplin akan dilakukan pihak berwenang. Guru yang sering meninggalkan tempat tugas berdampak buruk bagi masa depan anak-anak di Desa Tuhegeo II. Sebab, pelajaran mereka jadi tertinggal," kata YL.

Dijelaskannya, di SDN 071077 Madolaoli termasuk wilayah terisolir dan pasti ada tunjangan yang melekat dan selalu diterima oknum guru tersebut. Baik tunjangan profesi maupun tunjangan khusus, sedangkan gaji, masih tetap diberikan.

Dia berharap kepada  pemerintah daerah agar memerintahkan guru yang bertugas untuk menetap dan tidak meninggalkan tempat tugas. Solusi lainnya, mencari guru yang benar-benar setia melaksanakan tugas, seperti guru garda terdepan dari pemerintah pusat.

"Kami sebagai warga berharap ada ketegasan pemerintah daerah khususnya Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli bagi guru yang sering meninggalkan tempat tugas, bila perlu diberikan hukuman," harap warga.

Ketua Komite, Econi Laoli  mengakui dan membenarkan kejadian itu. Komite sekolah sudah sering menyampaikan setiap ada pertemuan di sekolah. "Sampai sekarang tidak mengindahkan seakan-akan guru honor yang mengabdi di situ jadi sasaran utama sebagai tenaga pendidik. Sementara, oknum guru yang berstatus ASN tinggal menunggu gaji bulanan di rumah," katanya. (YAMONI)




Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama