Oknum Guru di SDN 071077 Madolaoli Kurang Aktif, Ini Langkah Kadis Pendidikan


Foto bersama Kepala Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli


GUNUNGSITOLI-Beredarnya informasi yang dilansir media online beberapa hari lalu, yang mengabarkan ada oknum guru berstatus ASN yang kurang aktif untuk melakukan tanggungjawab dalam proses mengajar.


Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli telah meninjau sekolah tersebut. Dinas Pendidikan datang ke sekolah itu untuk mencari solusi pemerataan pendidikan serta melihat kinerja tenaga pendidik.

"Kita telah mengunjungi sekolah tersebut dengan melakukan bentuk pembinaan dan teguran kepada oknum guru itu agar kedepannya tidak terulang lagi karena tugas guru itu mencerdaskan anak bangsa, " kata Kadis Pendidikan Kota Gunungsitoli, Kurnia Zebua, Selasa (23/11/2021).

Dikabarkan, dua oknum tersebut yang tak aktif mengajar tersebut bernama EH dan HZ mengajar di SD Negeri 071077 Madolaoli yang berada di wilayah Desa Tuhegeo II, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara.

Dijelaskannya, saat tiba di sekolah itu, hampir semua hadir dan sebagaian guru tidak tetap tidak hadir. Sementara, ada satu oknum ASN selaku tenaga pendidik belum hadir, dengan informasi sedang sakit.

"Ada berbagai alasan mereka karena jauh dari lokasi dan apalagi medan perjalanan sangat susah, apalagi dengan jalan kaki beberapa kilometer menuju sekolah tersebut. Apalagi, EH dikabarkan sakit dan masih belum bisa kita pastikan, biarlah nanti dokter spesialis yang membenarkan jika benar benar sakit," ujar Kurnia.

Ditegaskannya, yang bisa menjawab kelemahan dan kesulitan itu diusahakan tinggal di wilayah tersebut agar pelaksanaan proses mengajar berjalan semaksimal mungkin. Apabila jika benar benar sakit dan tak bisa lagi melaksanakan tugas dan tanggungjawab, alangkah baiknya diambil cuti.

"Kita melakukan pembinaan secara stuktural agar tidak terulang lagi baik kepada guru tidak tetap (GTT) maupun pegawai negeri sipil. Mereka berjanji bahkan telah membuat surat pernyataan secara tertulis dan mereka siap melaksanakan tugas sebaiknya baiknya," kata Kurnia.

Kurnia menambahkan, pihaknya akan mengevaluasi dan menunggu dua minggu kedepan apakah berjalan secara normatif. Jika tidak, pasti ada nanti prosedurnya.

"Yang penting kita tidak berhenti sampai di sini dan selalu melakukan pembinaan secara autentik dan pantang menyerah untuk mencerdaskan anak bangsa," tegasnya. (YAMONI)



Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama