Pendapatan Padang Panjang Diproyeksi Rp541 Miliar Lebih


 Rapat paripurna DPRD Padang Panjang


PADANG PANJANG-Wali Kota Fadly Amran sampaikan rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang APBD 2022 dalam rapat paripurna, Jumat (26/11/2021) di ruang rapat DPRD.

Rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD, Mardiansyah ini diikuti juga Wakil Wali Kota, Asrul, wakil ketua bersama anggota DPRD, forkopimda, sekretaris daerah, sekretaris DPRD, para staf ahli, asisten,  pimpinan organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Padang Panjang. 

Fadly menyebutkan, tahun depan merupakan tahun keempat dalam pelaksanaan visi dan misi kota yang tertuang dalam Peraturan Daerah Nomor 2/2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023 yang merupakan pedoman dalam penyelenggaraan pembangunan.

“Kondisi perekonomian pada 2022 diharapkan bisa lebih baik dibanding 2021. Meskipun demikian, kondisi itu masih dihadapkan dengan beberapa risiko yang mungkin terjadi. Risiko tersebut antara lain seperti ketidakpastian berakhirnya pandemi Covid-19, yang secara umum telah berakibat pada turunnya pendapatan daerah,” katanya. 

Disampaikannya, pada 2022 pendapatan daerah diperkirakan Rp541.419.707.666. Proyeksi pendapatan daerah tersebut diperoleh dari sumber-sumber pendapatan daerah yang meliputi pendapatan asli daerah Rp92.304.833.666, pendapatan transfer Rp446.104.874.000 serta lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp3.010.000.000.

Sementara untuk kebijakan pendapatan daerah 2022, Fadly menyampaikan, akan diarahkan untuk optimalisasi pendapatan yang meliputi, optimalisasi pemanfaatan aset daerah dalam rangka meningkatkan daya dukung pembiayaan daerah dan pertumbuhan ekonomi. Intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan, memaksimalkan sistem pemungutan pajak maupun retribusi. 

Sistem pengendalian dan pengawasan atas pemungutan pendapatan asli daerah, memaksimalkan sosialisasi pendapatan daerah, serta peningkatan koordinasi dan pemenuhan kewajiban pelaporan dan penyediaan data keuangan kepada pemerintah pusat.

Dalam hal kondisi umum belanja daerah, Fadly menyampaikan, berdasarkan kebutuhan belanja daerah 2022, maka anggaran belanja daerah Rp599.879.707.666.

“Belanja dialokasikan pada belanja operasi Rp531.676.018.289, pada belanja modal Rp66.203.689.377, pada belanja tidak terduga Rp2 miliar.“ sebutnya yang dikutip dari Kominfo. (*)




Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama