Peringatan Hari Jadi Padang Panjang akan Digelar Sederhana


 Sesudut Kota Padang Panjang yang indah. (kominfo)


PADANG PANJANG-Hari jadi Kkota (HJK) Padang Panjang ke-231 tinggal menghitung hari. Tepatnya pada 1 Desember mendatang dan akan digelar secara sederhana. Biasanya digelar kegiatan kesenian, musik, bahkan acara keagamaan dan rapat paripurna istimewa.

"Khusus untuk tahun ini, kita hanya akan menggelar HJK dengan rapat paripurna istimewa saja. Sebab saat ini kita masih dalam masa pandemi Covid-19. Kita akan gelar yang sederhana saja. Tidak ada hiburan yang akan menampilkan artis ibu kota seperti biasa," ungkap Sekretaris DPRD, Wita Desi Susanti kepada Kominfo, Rabu (24/11).

Dikatakan Wita, di rapat paripurna istimewa, dikemas acara dengan mengedepankan kearifan lokal. Akan ada prosesi mamangia (memanggil-red) Kerapatan Adat Nagari (KAN) yang ada di Padang Panjang. Tiga KAN itu terdiri dari KAN Gunung, KAN Bukit Surungan dan KAN Lareh Nan Panjang.

“Untuk tahun ini, akan menjadi si pangka adaik KAN Gunung. Setiap KAN di Padang Panjang ini memiliki keistimewaan tersendiri. Khusus di KAN Gunung ini, keistimewaannya adalah ada makanan adat yang disajikan di kegiatan makan bajamba. Setelah itu akan ada iringan Tari Galombang sampai ke tempat rapat paripurna istimewa,” paparnya yang dikutip dari Kominfo, Kamis (25/11/2021).

Ditambahkannya, di rapat paripurna nanti, akan ada sambutan dari tokoh masyarakat, gubernur, wali kota, ketua DPRD. Serta akan ada penyematan pin emas kepada tokoh masyarakat. 

HJK diperingati setiap 1 Desember. Pada 1 Desember 1888, berdasarkan Surat Gubernur Hindia Belanda Nomor 1 (Stbl. No. 181/1888), Padang Panjang ditetapkan sebagai ibukota Luhak atau Afdeeling Batipuh en X-Koto (Padang Panjang), dengan asisten residennya yang pertama, H. Prins. (*) 



Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama