Peringatan Hari Pahlawan Berlangsung Khidmat di Balai Kota Payakumbuh


 Upacara peringatan Hari Pahlawan di Balai Kota Payakumbuh


PAYAKUMBUH-Upacara Hari Pahlawan tahun ini yang mengusung tema pahlawanku inspirasiku berlangsung khidmat di halaman Balai Kota Payakumbuh, Rabu (10/11/2021).

Upacara bendera diikuti Wakil Wali Kota Erwin Yunaz selaku inspektur upacara dan dihadiri Dandim Letkol Inf. Moch Denny Nurcahoyono, Kapolres AKBP Alex Prawira, Kepala BNNK Febrian Jufril, Kakankemenag Ramza Husmen, Kajari Suwarsono, Ketua Pengadilan Negeri Kurniawan Widjonarko, unsur forkopimda lainnya, serta kepala OPD di lingkungan pemko.

Perwira upacara Kapten Inf. Salim dari Kodim dan komandan upacara Ipda Aiga Putra dari polres. Peserta upacara dari unsur TNI-Polri, ASN, FKPPI dan pelajar.

Pengibar bendera, M Bimantara Widyanto dari SMAN 2, Bayu Tirta dari SMA Raudhatul Jannah, dan Adit Kurniadi dari SMAN 2, sementara itu pembawa bendera Mutiara Depuspa dari SMAN 2.

Pembacaan UUD 1945 oleh Febriko Sastra, guru SMPN 5, pembaca pesan-pesan pahlawan Annisa Salsabila Nidia dari SMAN 1, Silvia Putri Kinanti dari SMAN 2, Muhammad Hasbi Al-farisyi dari SMAN 4 dan Nur Asharah dari SMAN 5.

Pembacaan doa oleh Hamdan Zubir dari Kantor Kemenag dan Korsik dari pemko di bawah binaan An Denitral yang juga Kabid Rehabilitasi Dan Rekonstruksi BPBD.

Erwin Yunaz menyampaikan ananat Menteri Sosial. Disebutkan, negeri ini mengalami penjajahan yang panjang dan menyakitkan. Berkali–kali pemberontakan lokal dikobarkan terhadap penjajah dalam kurun waktu 350 tahun, namun selalu mengalami kegagalan. "Ratusan tahun kita terpecah–pecah karena politik devide et impera atau politik adu domba," ujar Erwin.

Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya yang diperingati sebagai Hari Pahlawan ini harus dicontoh, dengan satu tekad, gigih berjuang dan pantang menyerah tanpa mengenal perbedaan apapun, serta tidak pernah peduli akan keterbatasan atau halangan.

"Para Pahlawan kita dengan gagah berani memilih melawan bombardir dari kapal perang dan pesawat tempur serta tank dan senjata canggih lainnya walau terkadang hanya dengan bambu runcing dan keyakinan yang tinggi untuk mempertahankan kemerdekaan, yang berbalut semboyan Merdeka atau Mati, jiwa persatuan yang tidak menanyakan asal–usul dan semangat pantang menyerah inilah  yang harus kita resapi dan lestarikan sebagai bangsa dalam menghadapi tantangan dan ancaman apapun. Kita adalah anak dan cucu kandung para pahlawan bangsa," kata wakil wali kota.

Setelah upacara, dilaksanakan ziarah ke Makam Pahlawan Kusuma Bangsa dan pejuang 45, serta tabur bunga di Jembatan Ratapan Ibu. (CAN)



Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama