Polda Riau Musnahkan 86 Kilogram Sabu


 Pemusnahan barang bukti sabu di Polda Riau


PEKANBARU - Polda Riau memusnahkan 86 kilogram lebih sabu yang didapat dari enam tersangka. Pemusnahan berlangsung di lapangan parkir belakang Mapolda Riau Jalan Pattimura, Kamis (4/11/2021).


Hadir pada pemusnahan tersebut, Direktur Resnarkoba Kombes Victor Siagian, Kabid Humas Kombes Narto, perwakilan Kejaksaan Tinggi dan Pengadilan Tinggi, BNNP Riau dan kuasa hukum tersangka.

Barang bukti sabu dimusnahkan dengan cara direndam menggunakan cairan bercampur detergen dan obat pembersih lantai setelah sebelumnya diuji sample keaslian narkoba oleh petugas labfor polda dengan alat tes narkoba 

Kabid Humas Sunarto mengatakan, dari pengungkapan kasus narkoba ini, polisi juga telah menangkap enam tersangka yang berperan sebagai kurir jaringan internasional dan bandar. "Pemusnahan narkoba jenis sabu 86 kilogram lebih ini berasal dari enam tersangka,” ujar Sunarto didampingi Diresnarkoba Kombes Victor Siagian

Dia menjelaskan, 81 kilogram sabu didapat dari Asm (52) dan HAS (47) yang diamankan di dua lokasi berbeda di Pekanbaru. "Tim Opsnal Subdit I Ditresnarkoba mendapat informasi adanya jaringan narkotika internasional Aceh-Riau yang sedang berada di Pekanbaru, pada Jumat (1/10/2021)," lanjut Sunarto.

Menindaklanjuti informasi itu, Kasubdit I Ditresnarkoba AKBP Hardian bersama tim melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap ASM, dengan barang bukti 32 kilogram sabu dalam kemasan teh China yang disimpan dalam kotak rokok di sebuah rumah kontrakan di Jalan Swadaya Gang Potlot Kecamatan Tampan, Pekanbaru.

"Setelah berhasil menangkap ASM, tim melakukan pengembangan lagi, dan berhasil mendapati seorang yang bekerja sama dengannya, yakni seorang wanita asal Aceh bernisial HAS," ungkap Narto.

Pengembangan kembali dilakukan dan tim berhasil menyita barang bukti sabu 49 kilogram yang juga dikemas dalam kemasan teh China asal Malaysia pada sebuah perumahan  di Kelurahan Tobek Godang, Kecamatan Bina Widya Pekanbaru. 

"Ini jaringan internasional yang memasukkan barang dari Malaysia, dikendalikan Agam, WNI di Malaysia dan jaringan ASM, HAS dan Agam ini dikendalikan oleh seorang narapidana yang berada di Lapas Tangkerang, bernama ABU,” jelas Sunarto.

Sementara, lanjut Sunarto, untuk barang bukti empat kilogram lebih sabu merupakan tangkapan Satnarkoba Polresta Pekanbaru, Kamis (21/10/2021) di tiga lokasi berbeda dengan empat tersangka, Kim alias ACN Puntong (42), As alias AD (24), HE alias SU dan AZ alias RN (20). Keempatnya merupakan warga Pekanbaru. 

Masih kata Sunarto, keempat tersangka ini mempunyai peran yang berbeda-beda. Ada yang sebagai pengendali dan kurir. "Mereka mengedarkan narkoba ini di wilayah Riau," lanjutnya. (ES)




Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama